Connect with us

Berita

Yenny Wahid dan Triawan Munaf Isi Formasi Komisaris Garuda

JARRAK.ID

Published

on

Garuda Indonesia

 

Jakarta, JARRAK.ID — Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) PT Garuda Indonesia  (Persero) Tbk memutuskan mengangkat lima komisaris baru diantaranya, Triawan Munaf, eks Kepala Bekraf sebagai Komisaris Utama, didampingi oleh Chairal Tanjung selaku Wakil Komut.

Kursi komisaris lainnya, adalah Komisaris Independen Elisa Lumbantoruan, Komisaris Independen Yenny Wahid, dan Komisaris Peter F Gontha. Daftar komisaris Garuda tersebut diumumkan usai RUPSLB, Rabu (22/1).

Selain komisaris, RUPLSB juga mengumumkan daftar direksi baru Garuda. Yaitu, Irfan Setiaputra sebagai Direktur Utama menggantikan Ari Askhara, eks dirut Garuda yang tersandung kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton.

Irfan sebelumnya pernah berkarir di PT Inti (Persero). Ia juga pernah menjabat di IBM, Linknet, dan Cisco. Kemudian, sempat menjabat sebagai dirut di PT Titan Mining Indonesia.

Irfan di Garuda, akan didampingi oleh Dony Oskaria, seorang profesional yang menjabat sebagai dirut di berbagai anak usaha CT Corp dan menduduki posisi menjadi anggota Dewan Komisaris Garuda sejak akhir 2014.

Jajaran direksi lainnya, yaitu Tumpal Manumpak Hutapea selaku Direktur Operasi, Rahmat Hanafi Direktur Teknik, Ade R Susardi Direktur Layanan, Pengembangan Usaha, dan Teknologi Informasi.

Kemudian, M Rizal Pahlevi menjabat sebagai Direktur Niaga dan Kargo. Fuad Rizal, yang sempat menduduki kursi sebagai Pelaksana Tugas (Plt) Dirut Garuda kembali ke kursi Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko. Sementara, Direktur Human Capital dijabat oleh Aryaperwira Adileksana.

RUPSLB Garuda digelar setelah ramai kasus penyelundupan Harley Davidson dan Brompton yang menjerat Ari Askhara pada awal Desember 2019 dan dipecat oleh Menteri BUMN Erick Thohir, bersama empat direksi lainnya.
(Gebe’es)

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer