Connect with us

Mancanegara

Xi Jinping Dikritik Tentang Wacana Berkuasa Seumur Hidup

JARRAK.ID

Published

on

BEIJING – JARRAK.ID – Rencana Tiongkok tentang Presiden Xi Jinping untuk menjabar tanpa batas waktu ternyata memicu pertentangan di dunia internasional. Sehingga Tiongkok disamakan dengan negara tetangganya Korea Utara, yang dipimpin oleh dinasti penguasa dari turun temurun.

Selain di dunia nyata, reaksi keras juga datang dari dunia maya, yang ditanggapi serangkain propaganda pada Senin (26/02/18), disertai pemblokiran artikel dan penerbitan tulisan-tulisan yang memuji Partai Komunis.

Partai penguasa di Tiongkok itu mengajukan panghapusan pasal konstitusi yang membatasi masa jabatan presiden hingga dua periode. Artinya, Xi yang juga mengepalai partai dan militer Tiongkok, bisa tidak perlu turun jabatan meski sudah dua kali memimpin negara tersebut.

Pengajuan itu akan diloloskan oleh para delegasi partai dalam rapat tahunan parlemen Tiongkok, bulan depan. Wacana tersebut jadi satu di antara paket amandmen konstitusi yang diajukan.

Perkiraan Xi Jinping, yang sebelumnya telah dicantumkan dalam konstitusi partai, kini akan diabadikan dalam konstitusi negara lewat amandemen ini. Selain itu, Partai Komunis juga akan menentukan kerangka badan super anti-korupsi dan memperkuat kekuasaan.

Namun, tampaknya Partai Komunis mesti meyakinkan warga bahwa amandemen itu tidak akan memberikan Xi Jinping terlalu banyak kekuasaan, meski popularitas Presiden masih sangat tinggi berkat upayanya memberantas korupsi.

“Argh: kita akan jadi Korea Utara,” kata seorang penggunan Weibo, media sosial populer di Tiongkok. Korut telah dikuasai oleh dinasti Kim sejak 1940-an, sejak Kim Il-Sung mendirikan negara tersebut.

Global Times, termasuk surat kabar pemerintah menyatakan perubahan itu tidak berarti Xi Jinping bakal menjabat sebagai presiden untuk selamanya. Walau demikian, artikel itu tidak memberi penjelasan lebih lanjut.

“Sejak reformasi dan membuka diri, Tiongkok, dipimpin Partai Komunis, telah sukses menyelesaikan dan akan terus secara efektif menyelesaikan masalah partai dan pergantian kepemimpinan nasional secara taat hukum,” bunyi artikel itu, merujuk pada reformasi empat dekade lalu.

Baca Juga:  Serang Balik AS, China Siapkan Tarif Impor Untuk 128 Produk AS

Surat kabar resmi partai, People’s Daily, mencetak ulang artikel panjang kantor berita Xinhua yang menyebut kebanyakan orang mendukung amandemen konstitusional tersebut, mengutip sejumlah orang yang menyuarakan dukungan.

Sementara itu Akun WeChat People’s Daily, setelah mengunggah serangkaian komentar positif pada artikelnya, kemudian mematikan kolom komentarnya pada Minggu malam. Kolom itu diaktifkan kembali pada Senin, lengkap dengan pernyataan-pernyataan memuji partai.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer