Connect with us

Daerah

Wujudkan Pertanian Berdaya Saing, Ketua HKTI Jatim Salurkan Puluhan Alsintan

JARRAK.ID

Published

on

NGAWI-JARRAK.ID– Ketua Himpunan Kerukunan Tani Indonesia daerah jawa Timur, Ahmad Nawardi, menyalurkan sebanyak sepuluh alat mesin pertanian (alsintan) kepada sepuluh kelompok tani di Ngawi, Jawa Timur, pada Jumat (02/08/2018).

Adapaun sepuluh kelompok tani yang menerima bantuan dari Kementerian Pertanian melalui HKTI Jawa Timur itu antara lain Poktan Mitra Panca Tani, Andalas, Amungtani 4, Sumber Rejeki, Rukun Sentoso, Sri Makmur, Tani Sekar Gading 2, Sri Widodo, Sid Rukun, dan terkahir Jatisari.

Dalam keterangannya, Nawardi mengungkapkan bahwa distribusi alsintan itu merupakan upaya untuk meningkatkan kualitas daya saing petani. Menurutnya, kelengkapan alat tani akan mengefisensi kerja tani dan meningkatkan kualitas dan jumlah produksi.

“Ini kan sekaligus menjadi modal untuk mempermudah akses petani terhadap input produksi mereka. Memang harus ada inovasi, baik melalui pengembangan riset, atau modal tekhnologi. Nah, penyaluran alsintan itu akan sangat membantu mereka untuk menguatkan roda produksi pertanian,” kata Anggota DPD RI itu.

Nawardi menambahkan, jumlah regenerasi tani di indonesia makin membuncit disebabkan oleh minimnya penguatan kelembagaan produksi dan paska produksi tani. Nawardi juga menyebut, minimnya penggunaan alat canggih basis tekhnologi juga membuat kalangan generasi muda enggan menyentuh dan mengembangkan sektor tani.

“Untuk menggerakkan pemuda dan petani desa secara aktif-partisipatif di sektor pertanian itu harus cermat. Salah satunya, dengan jaminan ketersediaan sarana pertanian untuk kualitas dan jumlah produksi. Karena dari 74.754 desa dan 8.430 kelurahan, sebanyak 73 persen lebih adalah desa dengan tipologi pertanian,” ungkap Nawardi.

Daripada itu, menurut Nawardi, alsintan dan tekhnologi pertanian sangat penting untuk mewujudkan pertanian di Indonesia berdaya saing. Karena, lanjut Nawardi, kelengkapan mesin menjadi penopang utama kemandirian pertanian.

Baca Juga:  Sosialisasi Pilar Kebangsaan, Ahmad Nawardi: Tolak Agitasi Melalui Literasi Pancasila

“Sistem mekanisasi dalam sektor pertanian kan sudah berangsung sejak lama, dan terbukti, terutama di negara-negara maju di sektor pertanian, seperti China dan Thailand. Pola ini mestinya harus kita kembangkan, tidak hanya meniru,” sebut Ketua HKTI Jatim itu.

Penyerahan bantuan Alsintan kepada beberapa kelompok tani di Ngawi itu disaksikan langsung oleh Dinas Pertanian Jawa Timur, Dinas Pertanian Ngawi, Forpimcam, dan kelompok Ketua Gapoktan se Ngawi.

Nawardi berharap, distribusi alat mesin pertanian berbentuk traktor dan pompa air ini bisa dimanfaatkan dengan maksimal. Anggota DPD RI tersebut meminta kelompok tani untuk serius dan konsisten menggunakan mekanisasi pertanian untuk mengurangi beban kerja dan beban modal.

Sebelumnya, DPP HKTI Jawa Timur juga menyalurkan bantuan sepuluh alsintan kepada HKTI dan sepuluh gapoktan di Kabupaten Magetan. Pada kesempatan itu, Nawardi dan beberapa pejabat di Magetan menggelar panin raya Padi M400 di Ngawi.

Pada M400 itu berhasil dipanen dengan hasil sebanyak 8,8 ton perhektarnya. “Hasilnya sebenarnya masih minim. Karena padinya diserang virus potong leher. Jika tak ada virus potong leher, produksi bisa menghasilkan lebih,” tukas Nawardi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Berita Populer