Connect with us

Politik

Wow, Media Asing Sebut SBY Terlibat Aksi Pencucian Uang Sebesar Rp177 Triliun

JARRAK.ID

Published

on

Mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Publik dikejutkan dengan munculnya pemberitaan di Asia Sentimel, yang menyebutkan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) yang memimpin Indonesia selama periode terlibat dalam serangkaian aksi pencucian uang yang mencapai Rp177 triliun.

Dalam laporan itu, disebutkan telah terjadi pencuarian dana sebesar 12 miliar dolar atau setara dengan Rp177 triliun melalui bank internasional. Hal tersebut termaktub dalam laporan hasil investigasi bersama setebal 488 halaman yang disusun sebagai gugatan Weston Capital International, ke Mahkamah Agung Mauritius pada pekan lalu.

“Setidaknya 30 pejabat terlibat dalam skema tersebut. Hal itu terungkap dalam dokumen penyelidikan setebal 488 halaman yang diajukan Mahkamah Agung Mauritian minggu lalu,” tulis laporan yang diunggah di situs asiasentinel.com, Selasa, (11/09/2018).

Artkel itu berjudul ”Indonesia’s SBY Government: Vast Criminal Conspiracy“, kira-kira terjemahannya “Pemerintahan SBY: Konspirasi Kriminal Terbesar”.

Artikel ditulis berdasarkan analisis forensik yang dikenal sebagai bukti, dan dikompilasi oleh satuan tugas penyidik dan pengacara di Indonesia, London, Thailand, Singapura, Jepang, dan sejumlah negara lain.

Laporan investigasi itu juga dilengkapi 80 halaman afidavit alias keterangan di bawah sumpah, yang menyeret keterlibatan sejumlah lembaga keuangan internasional termasuk Nomura, Standard Chartered Bank, dan United Overseas Bank (UOB) Singapura.

Dalam artikel ditulis terdapat konspirasi atau rekayasa saat pemerintah menetapkan Century sebagai bank yang gagal pada tahun 2008. Asia Sentinel sendiri menyebutkan Bank Century sebagai ’bank SBY’ untuk menggambarkan adanya konspirasi seputar pendirian dan kebangkrutan Bank Century. Sebab, bank tersebut disebut menjadi medium penyimpanan dana gelap yang dikuasai Partai Demokrat.

Laporan investigasi itu juga menyebutkan terdapat rekayasa sejak awal pemerintahan SBY sebagai presiden, tahun 2004, terkait merger Bank Pikko, Bank Danpac, dan Bank CIC, menjadi Bank Century.

Baca Juga:  Serius Nyapres, Sam Aliano: Saya Akan Menang Telak

“Selanjutnya, Bank Century menjadi medium penyimpanan uang jutaan Dolar AS yang dikendalikan SBY dan Partai Demokrat,” tulis artikel itu.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer