Connect with us

Bisnis

Wow, Anggaran Dana Desa Tahun Depan Naik Jadi Rp73 Triliun

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Desa Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi (Mendes PDTT) Eko Putro Sandjojo mengatakan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2019 akan naik sebesar Rp13 triliun.

Kenaikan tersebut menjadikan ADD tahun 2019 menjadi Rp73 triliun dari tahun sebelumnya yang mencapai Rp 60 triliun.

“Dana desa tahun depan dinaikkan menjadi Rp73 triliun dari Rp60 triliun,” kata Eko di Komplek Istana, Jakarta Pusat, Selasa, (07/08/2018).

Menurut Eko nantinya penggunaan DD akan menjadi kewenangan masing-masing kepala desa melalui mekanisme musyawarah. Namun pihaknya menyarankan agar penggunaan DD ditujukan kepada pemberdayaan ekonomi seperti cash for work atau padat karya tunai.

Cash for work tetap, programnya nggak ada perubahan. Cuma walau koridornya tetap, karena infrastruktur di banyak desa sudah banyak tercapai jadi itu sudah otomatis dari desa-desa akan mengarahkan ke pemberdayaan ekonomi,” jelasnya.

Tak hanya itu, pemerintah direncanakan juga akan menaikkan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) pada tahun 2019 untuk pembangunan infrastruktur.

Padahal sebelumnya Presiden Jokowi telah menginstruksikan agar program yang diprioritaskan adalah pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM).

Sementara itu, Sekertaris Kabinet (Seskab) Pramono Anung mengatakan akan ada kenaikan anggaran yang cukup tinggi pada sektor infrastruktur dalam RAPBN 2019.

“Ada kenaikan infrastruktur di 2019. Angka di atas Rp 110 triliun,” kata Pramono.

Meski begitu, Pram sapaan akrab Pramono menegaskan prioritas pembangunan di tahun 2019 nanti terkait pengembangan SDM. Pasalnya pada tahun-tahun awal pemerintahan Jokowi, pembangunan infrastruktur sudah gencar dilakukan.

“Harapannya tahun 2019 terutama kita ingin mendapatkan SDM yang lebih berkualitas yang siap tarung untuk perubahan dunia dan bisa menopang Indonesia sebagai negara dengan penduduk terbesar keempat di dunia. GDP Indonesia sudah masuk G-20, dalam persaingan global itu apapun SDM menjadi yang sangat penting dan itulah yang menjadi konsentrasi Presiden,” jelasPram.

Selain itu, RAPBN 2019 kataPramono juga akan lebih difokuskan kepada vokasi guna menghadapi revolusi industri 4.0. Adapun, anggaran infrastruktur yang disediakan pada tahun depan pun sebagai penunjang pengembangan SDM.

“Infrastruktur secara menyeluruh, perbaikan infrastruktur darat, laut, udara. Untuk berkaitan dengan penyediaan SD, SMP yang banyak terbengkalai,” tutupnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer