Connect with us

Daerah

Wow, Ada Pungli Program Sertifikat Tanah Gratis di Sumenep

ZAWAIDUL ANAM

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Warga Desa Kapedi, Kecamatan Bluto, Kabupaten Sumenep, mengeluhkan aksi pungutan liar (pungli) pembuatan sertifikat gratis program Pendaftaran Tanah Sistematik Lengkap (PTSL) yang dikenal Prona.

Diduga, besaran pungli oleh oknum aparatur desa sebesar Rp 350.000 per sertifikat. Menurut informasi warga, pungli tersebut sudah berjalan sejak tahun 2017, hanya saja untuk tahun 2017 mencapai Rp 500. 000 Perpetak . Menurut AS, warga setempat, praktik pungli itu tetap saja dilakukan hingga sekarang.

“Untuk tahun ini kami diminta Rp 350.000 per petak pak,  kalau tahun lalu Rp 500.000, Pak.  Ya saya memang pernah dengar kabar kalau gratis, tapi kok sampai sekarang tetap diminta ini, Pak,” ungkap dia kepada Jarrak.id, Minggu (16/9/2018).

Seperti diketahui, kegiatan Prona memang sudah disubsidi oleh negara. Karena itu, kegiatan meminta dana yang dilakukan oleh oknum desa tersebut termasuk praktik pungli dan bisa dipidana.

“Sesuai peraturan, kegiatan PRONA telah ditanggung atau disubsidi oleh negara. Kegiatan tersebut mencakup penyuluhan, pengumpulan data yuridis, pengukuran, hingga pendaftaran tanah dan penerbitan sertifikat, Masyarakat Juga mengeluhkan besarnya biaya penerbitan sertifikat yang harus mereka lunasi. Biaya tersebut tidak jelas untuk apa dan tidak ada tanda terima,” kata seorang aktivis, Amir.

Menurut dia, biaya yang harus dikeluarkan masyarakat dalam pengurusan Prona hanya sebatas pengeluaran materai, pembelian patok batas, dan persuratan.

Tim Jarrak.id mencoba untuk meminta keterangan dari Camat Bluto. Namun, hingga berita ini ditulis, Camat Bluto belum bisa memberikan klarifikasi.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: OTT di Aceh, KPK Tangkap Gubernur dan Bupati

Berita Populer