Connect with us

Kolom

Wiranto Minta Polri Segera Buka ke Publik Tokoh yang Menjadi Dalang Aksi Rusuh 22 Mei

JARRAK.ID

Published

on

Menko Polhukam, Jenderal (Purn) Wiranto (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Wiranto meminta Polri membuka data ke publik, soal data hasil penyidikan dalang aksi rusuh 22 Mei di Jakarta.

“Jadi dalam hal ini memang untuk ke aparat kepolisian apapun hasil dari proses penyidikan saya meminta supaya dapat segera disampaikan ke publik sejelas-jelasnya, disampaikan kepada masyarakat sedetail-detailnya,” kata Wiranto di Kemenkopolhukam, Jakarta, Senin, (10/06/2019).

Hal ini kata Wiranto dimaksudkan untuk memberikan informasi yang benar kepada masyarakat. Sehingga ia meminta Polri menyampaikan kepada publik tokoh yang dianggap menjadi dalang kerusuhan dalam aksi 22 Mei.

“Terutama dengan adanya pendekatan pada tokoh-tokoh utama ini segera dapat kita literasikan,” ujarnya.

Sebelumnya, Kemenkopolhukam mengadakan rapat koordinasi tingkat menteri yang juga dihadiri Kapolri Jenderal Muhammad Tito Karnavian dan segenap pimpinan Polri pada Senin (10/06/2019). Pada rapat ini, Wiranto menyatakan, ia akan menekan Polri agar berlaku transparansi pengusutan kerusuhan protes hasil pemilu itu.

Kerusuhan protes hasil pemilu yang berlangsung antara tanggal 21, 22, dan 23 Mei 2019 menyebabkan jatuhnya delapan korban jiwa. Namun, Polri masih belum menyimpulkan siapa yang bertanggung jawab dalam kerusuhan tersebut.

Dalam proses penyidikan, Polri menyebut adanya empat penembak yang mengincar empat tokoh nasional yang terdiri dari Wiranto, Kepala Badan Intelijen Negara (BIN) Budi Gunawan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, serta Staf Khusus Presiden Bidang Intelijen dan Keamanan Gories Mere.

Sejumlah tokoh nasional juga ditangkap. Mantan Danjen Kopassus Mayjen Purn. Soenarko ditangkap Polri atas dugaan kepemilikan senjata api dan makar. Polisi juga menangkap Kepala Staf Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat Mayor Jenderal (purnawirawan) Kivlan Zen, Politikus PAN Eggi Sudjana, Lieus Sungkharisma, serta Anggota Badan Pemenangan Nasional (BPN) Mustofa Nahrawardaya. Para tokoh itu ditangkap atas tuduhan makar, dengan dasar ucapan yang disampaikan para tokoh itu.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer