Connect with us

Bisnis

Waspada, BI Cirebon Temukan 2.104 Uang Palsu Sepanjang 2018, Banyak di Pasar Tradisional

JARRAK.ID

Published

on

Sepanjang 2018, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menemukan sebanyak 2.104 lembar uang palsu (Doc. Net)

CIREBON – JARRAK.ID – Sepanjang 2018, Kantor Perwakilan (KPw) Bank Indonesia (BI) Cirebon menemukan sebanyak 2.104 lembar uang palsu yang tersebar. Meski demikian, angka itu mengalami penyusutan ketimbang tahun lalu.

Kepala KPw BI Cirebon, Abdul Majid Ikram, mengatakan bahwa jumlah temuan uang palsu tahun ini mengalami penurunan dibandingkan dengan tahun sebelumnya.

“Dari Januari sampai dengan April jumlahnya (uang palsu) 2.104 lembar. Paling banyak ditemukan itu uang pecahan 50 ribu dan 100 ribu rupiah,” terang Majid saat ditemui di stan penukaran uang pecahan baru di Masjid Raya At Taqwa, Jalan Kartini, Kota Cirebon, Jawa Barat, Senin (28/5/2018), diwartakan detikcom.

Majid menjelaskan, tren temuan uang palsu terus mengalami penurunan selama tiga tahun terakhir. Di tahun 2015, BI Cirebon temukan sebanyak 16.084 lembar uang palsu. Pada 2016, penemuan uang palsu mengalami penurunan hingga dua kali lipat. BI Cirebon hanya temukan 7.077 lembar uang palsu pada 2016.

Sementara pada 2017, BI Cirebon hanya menemukan 6.093 lembar uang palsu. “Terus menurunnya penemuan uang palsu ini menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat tentang waspada uang palsu semakin tinggi. Kami mengapresiasi itu,” ujar Majid.

Menurut Majid, setiap tahun BI Cirebon selalu melakukan sosialisasi tentang waspada uang palsu. Sosialisasi itu, kata dia, paling gencar dilakukan di pasar tradisional. Menurut Majid, penemuan uang palsu paling banyak ditemukan di pasar tradisional.

“Kita sudah kerja sama dengan 150 pedagang di beberapa pasar tradisional untuk mewaspadai uang palsu. Pedagang tersebut akan menjadi ujung tombak dalam sosialisasikan tentang bahaya uang palsu di pasar,” pungkas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer