Connect with us

Daerah

Warga Tolak Makamkan Jenazah Teroris, PWNU Jatim Desak Pemerintah Ambil Alih

JARRAK.ID

Published

on

Jenazah terduga teroris di RS Bhayangkara Polda Jatim (Doc Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Reaksi warga yang menolak untuk menguburkan 10 jenazah terduga teroris bomber Surabaya, di Putat Gede, Sawahan, Surabaya, mendapat respon dari Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur. Bahkan, NU Jawa Timur mengatakan bahwa pemerintah wajib menguburkan jenazah teroris sebagaimana mestinya.

Demikian disampikan saat pengurus dan kiai NU bertemu dengan Kepala Kepolisian Daerah Jawa Timur, Irjen Pol Machfud Arifin, di Markas Polda Jatim Jalan A Yani Surabaya pada Sabtu, (19/5/2018). Dalam pertemuan tersebut, hadir di antaranya, Wakil Rais Syuriah dan Ketua Tanfidziyah NU Jatim, KH Anwar Iskandar dan KH Hasan Mutawakkil Alallah.

Wakil Rois Syuriah PWNU Jawa Timur, Anwar Iskandar, mengungkapkan bahwa ada empat kewajiban bagi seorang muslim kepada jenazah sesama muslim. Yakni memandikan, mengkafani, menyalati, dan menguburkan.

“Tidak dijelaskan secara rinci siapa yang melakukan itu (keluarga, warga atau pemerintah),” terang dia kepada wartawan.

Menurut dia, pemerintah punya kuasa untuk isbat atau untuk menetapkan hukum. Apalagi jika keluarga tidak mau, kekuasaan tersebut beralih ke negara. Yang penting, kata dia, empat ini dilaksanakan dan tidak boleh tidak dilaksanakan.

“Pemerintah itu punya kuasa untuk isbat, untuk menetapkan hukum. Apalagi ada penyerahan dari pihak keluarga, misalnya, ya, kekuasaan itu beralih kepada negara,” tegas Kiai Anwar Iskandar.

Karena itu, lanjut dia, pemerintah berkewajiban memakamkan 10 jenazah terduga teroris itu, kendati ada penolakan dari masyarakat bila jenazah dikubur di pemakaman umum.

“Negara kan punya tanah banyak, ada gunung-gunung, ada alas (hutan),” ujar Kiai Anwar.

Diberitakan VIVA, 10 jenazah terduga teroris sampai kini tertahan di RS Bhayangkara Polda Jatim. Rencana menguburkan mereka di Pemakaman Putat Gede di Sawahan, Surabaya, ditolak warga. 10 jenazah itu terdiri dari dua keluarga, yakni enam jenazah keluarga Dita Oepriarto (bomber tiga gereja) dan empat jenazah keluarga Tri Murtiono (bomber Mapolrestabes Surabaya).

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer