Connect with us

Daerah

Warga Desa Ganding Tolak Cakades dari Luar, Camat Pilih Tutup Mulut

HOLIDI

Published

on

Camat Tanding, Sumenep, Faruk Hanafi (Doc. Net)

SUMENEP – JARRAK.ID – Camat Ganding, Sumenep, Faruk Hanafi lebih memilih bungkam soal protes warga Desa/Kecamatan Ganding yang menolak Calon Kepala Desa (Cakades) dari luar desa.

Bahkan pesan singkat yang dikirim melalui layanan pesan instan WhatsApp hanya dibaca.

Sedianya Jarrak.id akan mengkonfirmasi dan meminta pendapat soal aksi demonstrasi yang dilakukan warga Desa/Kecamatan Ganding di Sekretariat Pilkades pada Jumat, (22/08/2019).

Pada prinsipnya mereka menolak cakades dari luar desa. Pasalnya cakades dari luar hanya siasat politik dalam menyingkirkan calon yang berpotensi menumbangkan petahana.

Bahkan mereka mengancam akan melakukan aksi demonstrasi yang lebih besar jika sampai pada penutupan pendaftaran, ternyata ada cakades dari luar desa.

Ketua Panitia Pilkades Desa Ganding, H Akhmad Khairi mengatakan bahwa Camat sempat hadir ke Sekretariat setelah salat Jumat.

“Masyarakat kembali datang, tapi Pak Camat pulang duluan,” kata dia saat dihubungi Jarrak.id, Jumat, (22/08/2019).

Sebelumnya, puluhan warga Desa Sera Timur, Kacematan Bluto, Sumenep, Madura, Jawa Timur, juga mendatangi balai desa setempat, Jumat (23/08/2019). Mereka menolak calon kepala desa dari luar desa.

Sejumlah aparat kepolisian dari Polres Sumenep pun diterjunkan guna mengamankan demonstrasi yang dilakukan warga.

Untuk diketahui, Peraturan Bupati Nomor 39 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Nomor 27 Tahun 2019 tentang Petunjuk Teknis Peraturan Daerah Kabupaten Sumenep Nomor 8 Tahun 2014 tentang Pedoman Pencalonan, Pemilihan, Pengangkatan, Pelantikan dan Pemberhentian Kepala Desa memang menjadi polemik bagi berbagai desa yang akan melaksanakan Pilkades Serentak 2019.

Terutama soal sistem skoring ketika pendaftar cakades lebih dari lima orang sebagaimana dalam Perbup tersebut.

Sebagaimana diatur dalam Perbup mekanisme skoring memperhatikan 3 kriteria seperti pengalaman di lembaga pemerintahan, pendidikan dan usia.

Advertisement

Populer