Connect with us

Bisnis

Wapres JK: Nggak Apa-apa Ngutang, Asal Mampu Bayar

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Presiden Jusuf Kalla (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) ikut angkat bicara soal utang Indonesia yang sebelumnya disebut Ketua Umum Partai Gerindra, Prabowo Subianto mengalami kenaikan Rp1 triliun setiap harinya.

Menurut JK, berhutang adalah sesuatu yang wajar selama pemerintah mampu untuk membayar.

Kendati jumlah utang Indonesia besar kata JK, selama ini pemerintah tertib melakukan pembayaran sesuai dengan kesepakatan perjanjian pinjaman.

“Jadi bukan soal Rp1 triliun, tapi kita mampu bayar tidak? Sekarang ini ya kita mampu membayarnya,” ujarnya di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa, (04/09/2018).

Berdasarkan data Kementerian Keuangan, total utang pemerintah pada Juli 2018 mencapai Rp4.253 triliun atau naik Rp26 triliun dibandingkan bulan sebelumnya. Sedangkan dibandingkan posisi akhir tahun lalu, total utang itu naik Rp314 triliun.

JK menegaskan, tidak ada negara yang tidak berhutang, termasuk kata JK negara sebesar Amerika Serikat (AS). Kendati demikian JK mengatakan cara berhutang masing-masing negara berbeda.

“Amerika juga minjam, tapi caranya dengan cetak duit. Kalau Jepang minjamnya ambil dari dana pensiun. Karena kita tidak cetak duit terlalu banyak, maka kita pinjam dari World Bank, dari perbankan, itu biasa saja,” terang dia.

Menurut JK, utang pemerintah lazimnya dihitung per tahun, bukan setiap bulan. Sehingga tidak terjadi kesalahpahaman seakan-akan utang Indonesia terlampau besar.

“Kita hitung tahunan gitu kan ada tambahan Rp200 triliun, mungkin Rp300 triliun. Selama kita bisa bayar, bukan urusan T (triliun)-nya. Beda dengan negara kayak Venezuela, Argentina, yang tidak bisa bayar,” tegas JK.

Meski cukup besar, rasio utang itu disebut masih terjaga di kisaran 29,47 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Jumlah ini masih jauh di bawah batas yang tertera dalam UU Keuangan Negara, yakni sebesar 60 persen.

Baca Juga:  Wow, Terus Mengalami Kenaikan Utang Indonesia Tembus Rp4.478 Triliun

Saat ini, komposisi utang masih didominasi Surat Berharga Negara (SBN) yang mencapai Rp3.467 triliun atau mengambil porsi 81,35 persen. Sementara, utang dari pinjaman mencapai Rp785,49 triliun.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer