Connect with us

Daerah

Waduh, Sumenep Ternyata Belum Memiliki Perda Perlindungan Nelayan

JARRAK.ID

Published

on

Ratusan nelayan Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, melakukan demonstrasi di depan Kantor DPRD Sumenep (DOC.JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kabupaten ujung timur Pulau Madura, Sumenep, Madura, Jawa Timur, hingga saat ini masih belum memiliki Peraturan Daerah (Perda) soal perlindungan nelayan.

Hal itu dikatakan Ketua Komisi II DPRD setempat, Nurus Salam. Menurutnya, seharusnya kabupaten ujung timur Madura itu sudah memiliki Perda yang memihak pada nelayan.

Hal itu dengan adanya Laporan Keterangan Pertanggungjawaban Bupati (LKPJ) 2017 yang menyebut Kabupaten Sumenep jumlah hasil perikanan mencapai 580 ton lebih.

Data di Dinas Perikanan setempat juga menyebutkan bahwa jumlah nelayan lokal sekitar 41 ribu.

“Kami sudah mendiskusikan, agar para nelayan dapat dilindungi dengan Perda ini,” kata Uyuk, sapaan akrab Nurus Salam, saat dikonfirmasi JARRAK.ID, Selasa (8/5/2018).

Menurutnya, dengan luas laut yang mencapai 50 ribu km2, Kabupaten Sumenep ini mempunyai potensi perikanan yang cukup melimpah dan sudah seharusnya memiliki Perda tersebut.

Namun, sejauh ini pihaknya belum bisa memastikan poin-poin apa saja yang sekiranya akan dimasukkan ke dalam Perda tersebut.

“Paling tidak, nelayan itu betul-betul terlindungi dan ekosistem laut tidak rusak,” tukasnya.

Sebelumnya massa aksi mengatasnamakan nelayan Kecamatan Talango, Kabupaten Sumenep, demo kantor DPRD, Senin 7 Mei 2018. Para nelayan tersebut meminta ketegasan pemerintah soal nelayan yang kerap menangkap ikan menggunakan sarka’. (Mif)

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer