Connect with us

Berita

VIRUS CORONA: PERAYAAN MINGGU PALMA HAMPA TANPA UMAT

JARRAK.ID

Published

on

VATICAN-JARRAK.ID – Wabah virus corona (COVID-19) melumpuhkan semua aspek kehidupan manusia, termasuk aktivitas rohani (iman) pun rontoh tak berdaya dilumat virus produk Cina tersebut.

Seperti hari ini umat Katolik di seluruh dunia yang merayakan Hari Raya Minggu Palma (awal Pekan Suci-rangkaian Hari Raya Paskah), pun hampa. Para imam (pastor) hingga Paus Franciskus di Vatikan pun hanya berhadapan dengan kursi kosong saat perayaan misa Minggu Palma, tanpa kehadiran umat.

Seperti dilansir dari EWTN Global Catholic Network, Paus Franciskus memimpin pelaksanaan misa Minggu Palma di Basilika Santo Petrus, Vatikan, Minggu (5/4/2020). Ibadah tersebut dilakukan tanpa partisipasi umat untuk menekan penyebaran COVID-19.

Sementara di Singaraja, Bali, Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD, mengeluarkan sebuah renungan khusus Minggu Palma sebagai bahan untuk mengisi kevakuman misa Minggu Palma tersebut.

Berikut renungan yang ditulis Romo Yan – sapaan akrab romo putra asli Bali asal Tuka, Dalung, Badung, Romo J Tanumiarja Nyoman, SVD.

PEKAN SUCI 2020 (TAHUN A)

SEDIKIT CATATAN

GARA-GARA COVID-19 maka banyak hal menjadi tidak menentu, termasuk perayaan Paskah kita. Maka ada dikandung maksud untuk memberi sekedar santapan rohani bai umat kebangkitan, agar Paskah ini jangan sampai vacuum dengan ketiadaan sama sekali perayaan mystery Sengsara dan Kebangkitan lalu muncul berita bahwa aka nada siaran lewat TVRI/RRI/live streaming tertentu yang belum tentu termonitor oleh TVRI/RRI umat. Meski demikian, renungan Paskah ini mungkin ada gunanya sedikit, terutama bagi umah yang tidak terjangkau oleh siaran TVRI dan RRI tersebut. Mari kita merayakan Hari Kebangkitan Tuhan dengan cara yang sangat sederhana ini…

J Tanumiarja, SVD

MINGGU PALMA

HOSANNA Putera Daud!
Umat Kebangkitan yang terkasih dalam Kristus,
Daun palma dan ranting-ranting zaitun dipakai meng-eluk-elukan Tuhan masuk Kota Yerusalem. Daun palma melambangkan orang jujur. Tuhan Yesus diakui oleh rakyat kecil dan kelompok marjinal yang jujur sebagai pemimpin mereka. Suara hati mereka menolak pemimpin-pemimpin yang main kuasa, sambil tidak sadar menginjak-ingjak hak-hak azasi mereka. Bukan pemimpin seperti itu yang mereka inginkan melainkan pemimpin yang jujur, yang punya hati terhadap penderitaan rakyat kecil, yang mengabdi dan melayani, yang bisa mengangkat martabat mereka. Pemimpin yang peduli. Mereka berhasil meneriakkan: “Hosanna Putera Daud. Terpuji yang datang atas anam Tuhan…”

Puas rasanya hati mereka karena uneg-uneg yang selama ini mengganggu suara hati mereka yang jujur, kini telah tersemprot keluar ibarat semprotan disinfektan. Terserah apa yang akan terjadi kemudian, yang penting sekarang ini…
Momentum!

Umat kebangkitan yang terkasih dalam Kristus,
Tuhan Yesus turun ke dunia untuk memulihkan martabat manusia yang dirusak oleh dosa. Ia laksanakan tugas luhur ini dengan kasih murni tanpa pamrih. “Dengan kasih abadi Aku mengasihi kamu,” katanya. Ia benci akan dosa-dosa yang merusak tapi sayang akan orang-orang berdosa, dan dibimbingnya kembali ke jalan yang benar dan lurus menuju surge, agar tidak binasa. Dengan segala kelemahlembutan Ia pangku domba-domba yang hilang dipundakNya. Banyak orang tersentuh oleh ajaran dan kasihNya yang ilahi itu.

Setan tidak senang melihat keberhasilan Yesus dalam menegakkan kerajaan Allah dan kebenaranNya. Setan yang dahulu kalah telak melawan Yesus dalam pertarungan tiga babak, kini melihat kesempatan baik untuk membalas kekalahannya itu, kini bangkit melampiaskan dendamnya dengan menggunakan penguasa hukum dan politik. Teriakan “Hosanna” rakyat kecil dipakai untuk memanas-manasi para imam agung serta jajarannya untuk mencari upaya bagaimana kiranya Tokoh yang satu ini i.e Yesus bisa dibunuh. Mulailah persengkongkolan jahat itu. Mereka sepakat untuk menyerahkan 30 keping perak kepada Yudas Iskariot agar mau menyerahkan Gurunya, Yesus kepada mereka pada hari Kamis malam mendatang. Dan, mereka merahasiakan hasil rapat gelap ini, jangan sampai bocor…

DOA UMAT/SYAFAAT

TUHAN Yesus,
Sekarang kami sadar bahwa dengan lambaian daun palma rakyat kecil di Yerusalem, serta teriakan “Hosanna Putera Daud”, Engkaulah sebenar-benarnya Pemimpin sejati itu, bukan siapa-siapa lagi. Bersama mereka kamu ikut berteriak dengan jujur dan berani, agar kuasaMu yang besar dan penuh wibawa itu meneguhkan iman kami yang selama ini bisa dinego. Ampunilah dosa kami itu ya Tuhan Yesus. Mulai sekarang, kami tegas berpihak kepadaMu sesuai janji baptis kami, walaupun salib berat akan menimpa, sebab FirmanMu katakana: Kalau kita mati bersama Kristus, kita akan bangkit bersamaNya pula. Amin
J Tanumiarja, SVD

Penulis: Francelino
Editor: Jering Buleleng

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer