Connect with us

Daerah

Viral Video Ahmad Dhani Soal Nasakom Didukung PKI dan NU

JARRAK.ID

Published

on

Ahmad Dhani (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Potongan video Ahmad Dhani yang membahas soal nasakom (nasionalis, agama dan komunis) yang disebut dia dulu mendapatkan dukungan dan PKI dan Nahdlatul Ulama (NU).

Video tersebut diunggah di Twitter oleh akun @qitmr, Rabu (06/02/2019). Dalam video tersebut, Dhani juga menyinggung tentang organisasi Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) yang dibubarkan pemerintah.

“Dulu pendukung nasakom, banyak anak-anak NU, meskipun yang sudah di PBNU, teman-teman saya nggak paham itu bahwa dulu yang dukung nasakom bersama PKI dalam komunisnya PKI itu NU. Nah sekarang ini mereka sudah bergabung PDIP, NU dengan komunisnya nih. Jadi HTI itu tidak ada apa-apanya dengan nasakom. HTI tidak merubah ideologi Pancasila,” kata Dhani.

Menurut Dhani, PDIP bahkan Presiden Jokowi menganggap jika nasakom yang ditinggalkan oleh Bung Karno tidak bertentangan dengan Pancasila.

“Tapi ideologi PDIP itu beranggapan bahwa Pancasila…. Bahwa nasakom itu tidak bertentangan dengan Pancasila. Kalau kita tanya di debat, misalnya nanti kalau ada keberanian dari Sandiaga Uno, tanya kepada Jokowi, menurut Jokowi nasakom itu bertentangan nggak dengan Pancasila. Saya yakin Pak Jokowi dalam hatinya dia akan menjawab tidak bertentangan,” ujar Dhani.

Sementara itu, kuasa hukum Ahmad Dhani, Herdarsam Marantoko mengatakan apa yang disampaikan Ahmad Dhani tidak perlu diperdebatkan. Pasalnya Dhani hanya membahas dan berkisah soal sejarah nasakom.

“Nggak ada juga yang perlu dijadikan kontroversi karena apa yang diceritakan di sana itu kan adalah sejarah. Mas Dhani hanya menceritakan sejarah bahwa pada saat itu, di masa itu bahwa memang ada, Bung Karno itu menciptakan suatu apa namanya itu, bukan ideologi ya, untuk mempersatukan ketiga unsur terbesar di Indonesia ya kan yang membuat itu dengan istilah nasakom kan, nasionalis, agama, komunis pada saat itu. Bahwa nggak ada yang salah,” kata Hendarsam dilansir detikcom, Kamis, (07/02/2019).

Baca Juga:  Wow, Sebelum ke Nasdem, Lucky Ditawari Perindo 10 M dan Berkarya 6 M

Hendarsam menuturkan peristiwa yang diceritakan Dhani itu merupakan sejarah sebelum PKI dianggap sebagai organisasi terlarang di Indonesia. Selain itu, dia menilai Dhani tidak menjelek-jelekkan organisasi ataupun individu.

“Bahwa pada saat itu kan komunis itu belum dijadikan sebagai organisasi terlarang kan. Baru setelah tahun ’99 itu dijadikan organisasi terlarang. Tetapi pada saat itu sejarahnya seperti itu. Hanya menceritakan sejarah saja,” tutur Hendarsam.

“Ya nggak perlu dikontroversikan, emang kita bercerita tentang sejarah kok, tidak menjelek-jelekkan suatu pihak kan. Sejarahnya memang nasakom itu ada. Nasionalismenya itu adalah orang-orang PNI, Marhaen, agamanya itu salah satunya orang-orang NU, komunis sisanya adalah PKI,” tandas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer