Connect with us

Politik

Ustad Yusuf Mansur Juga Bersaksi Soal Keislaman Sandiaga Uno, Begini Faktanya

JARRAK.ID

Published

on

Ustad Yusuf Mansur (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ustad Yusuf Mansur mengaku memiliki hubungan baik dengan Presiden Joko Widodo sejak lama. Bahkan saat Jokowi masih menjabat sebagai Wali Kota Solo.

“Oh bener karena saya melihat dengan mata kepala saya sendiri, sejak 2007 kan kami (Yusuf Mansur dan Jokowi, red) bersahabat sejak beliau masih di Solo, kemudian naik menjadi walkot, dua kali jadi walkot,” kata Yusuf Mansur kepada wartawan setelah mengisi acara ‘Rabu Hijrah’ di Jl Patiunus, Kebayoran Baru, Jakarta, Rabu, (13/02/2019).

Selain itu, Yusuf Mansur juga mengaku memiliki hubungan baik dengan Sandiaga Uno sejak lama.

“Sandi merupakan orang pertama yang memimpin upacara bendera di Pesantren Darul Qur’an tahun 2008. Nah yang begitu-begitu tuh saya bercerita saja gitu. Saya bercerita bagaimana Sandi mulutnya terus berselawat. Saya juga bercerita bagaimana keluarga besar Sandi. Saya juga bercerita bagaimana istrinya Sandi, tapi saya juga bercerita bagaimana istrinya Pak Jokowi,” tuturnya.

“Saya kira kebaikan ini harus diketahui oleh Indonesia. Bahwa empat orang ini adalah empat orang yang terbaik yang tidak berhak atas bully-an kita, tidak berhak atas kalimat jelek kita, tidak berhak atas kalimat negatif kita. Kenapa, kalau misalkan mereka jadi lalu doa kita jelek, itu jadi kan Indonesia payah. Jangan dong siapa pun harus ada baik,” imbuh bos Paytren ini.

Yusuf Mansur mengingatkan umat tak terbelah karena Pilpres 2019. Kompetisi Pilpres 2019 harus diisi hal-hal positif.

“Sebagai anak Indonesia yang ingin menyampaikan bahwa ayo kita semua bersaudara, kita semua bersahabat, ayo semua kita kemudian positif adem, jangan sampai kemudian kita menjadi orang yang kemudian menjadi masalah itu sendiri,” tandas dia.

Baca Juga:  PDIP: Masyarakat Sudah Muak Dengan #2019GantiPresiden

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer