Connect with us

Politik

Usai Pemilu 2019, Dirut Jarrak Bahtera Media Minta Masyarakat Kembali Rajut Persatuan

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Direktur Utama PT Jarrak Bahtera Media, I Gede Putu Sudiarta (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Direktur Utama PT Jarrak Bahtera Media, I Gede Putu Sudiarta menyerukan kepada seluruh masyarakat untuk kembali merajut persatuan usai pelaksanaan Pemilu 2019.

Menurut dia, energi masyarakat harus diarahkan dan disalurkan pada sesuatu yang positif. Pasalnya kata dia, banyak agenda bangsa yang mesti diselesaikan ke depan.

“Masih banyak agenda besar pembangunan bangsa yang harus diselesaikan bersama-sama. Mulai dari membangun warga yang tertib hukum dan beretika, reformasi lanjutan dalam pelayanan publik dan penegakan hukum,” kata dia dalam keterangan resminya kepada Jarrak.id, Sabtu malam, (01/06/2019).

Dia juga mengajak seluruh anggota masyarakat bersikap rasional dalam memaknai paham berbangsa dan bernegara pada konteks demokrasi yang beradab. Satu di antaranya dengan menyelesaikan secara hukum jika terdapat indikasi manipulasi data dan korupsi politik saat pelaksanaan Pemilu 2019.

Ia juga menekankan, para elite politik harus memberikan keteladanan politik, guna menghindari perpecahan di masyarakat.

“Pemilu merupakan sesuatu yang lumrah terjadi dalam negara demokrasi. Oleh karena itu, elite politik harus memberikan contoh yang positif kepada masyarakat untuk mencegah perpecahan. Tugas kita ke depan bagaimana bersama-sama meningkatkan daya saing bangsa. Itu yang harus menjadi fokus kita ke depan,” terang Putu.

Putu menegaskan, perbedaan pilihan politik jangan sampai menjadi pemicu perpecahan. Berbeda politik kata dia, sesuatu yang lazim dalam politik.

Ia pun mengimbau kepada seluruh komponen pemegang kuasa sosial maupun politik, melalui tokoh masyarakat, tokoh agama, dan tokoh politik untuk memperkuat edukasi kepada masyarakat untuk tidak menebar ujaran kebencian dan praktik yang berujung disharmoni bangsa.

“Yang asalnya beda pilihan, mari kita merapat jadi satu lagi. Pasalnya, Indonesia pada 2045 mendatang akan menjadi kiblat peradaban dunia. Syaratnya, seluruh anak bangsa tidak gampang di adu domba,” tandas dia.

Advertisement

Populer