Connect with us

Other

Ungkap Tiga Alasan, Ustadz Abdul Somad Tegaskan ISIS Bukan Kelompok Islam

JARRAK.ID

Published

on

Ustadz Abdul Somad (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Dalam sepekan terakhir, berbagai titik di Indonesia terus mendapatkan aksi teror dari para terduga teroris. Akibatnya, puluhan orang menjadi korban; baik korban meninggal dan luka-luka.

Merebaknya aksi teror di tanah air diduga kuat dilakukan oleh para simpatisan ISIS yang tergabung dalam berbagai kelompok. Seperti Jamaah Ansharud Daulah, Jamaah Ansharut Tauhid alias JAD/ JAT. Kelompok-kelompok ini terus melakukan upaya-upaya propaganda dan gerakan ekstrem sebagai bukti loyalitas mereka terhadap ISIS.

Terbukti dalam beberapa kali aksi teror, ISIS tiba-tiba muncul sebagai kelompok yang merasa paling bertanggung jawab.

Sejak kemunculan kelompok teroris sel ISIS, mungkin tak banyak yang tahu, siapa mereka sebenarnya. Karena, diketahui selama ini mereka selalu membawa panji-panji Islam dalam kejahatannya.

Dalam salah satu ceramahnya yang diunggah ke akun You Tube, Ustadz Abdul Somad dengan tegas menyebut ISIS bukan lahir dari rahim Islam. ISIS bukan juga masuk dalam golongan Islam.

Menurut Ustadz Somad, kemunculan ISIS secara tidak langsung dilakukan oleh Amrika Serikat dan para sekutunya. Wajar jika perilaku dan tindakan ISIS yang kejam sangat bertentangan dengan ketentuan sunnah dan ajaran Islam yang sebenarnya.

“ISIS bagi yang mau mencari, tulisan Arabnya, DAIS, Daulah Alislamiyah Iraq Suriah. Atau bahasa Inggrisnya dijuluki Islamic State in Iraq and Syria,” kata Ustaz Somad seperti dikutip Jarrak.id dari rekaman berdurasi kurang dari tiga menit itu.

Menurut Ustadz Somad, setidaknya ada tiga alasan kuat kenapa ISIS bukan gerakan yang didasarkan kepada ajaran Islam.

Pertama, kata Ustaz Somad, petinggi utama ISIS, yaitu Abu Bakr Al Baghdadi, mengangkat dirinya sendiri sebagai pemimpin atau khalifah. Padahal dalam Islam tidak demikian.

Baca Juga:  Hal Penting yang Wajib Dilakukan Wanita

“Dalam Islam, khalifah tidak mengangkat dirinya sendiri, Abu Bakar tak mengangkat dirinya, sahabat membait Abu Bakar. Begitu, Ali tak pernah mengangkat dirinya, setelah Usman meninggal, sahabat membait Ali. Abu Bakr, enggak. ‘Kalian membait aku, siapa yang tak membait aku, kafir’.Dibacakannya hadis, ‘siapa yang mati, tidak membait, matinya mati jahiliah’. Itu kesalahan fatalnya yang pertama,” kata Somad.

Kedua, ISIS merupakan kelompok yang menganut keyakinan takfiri, sehingga menganggap yang berbeda keyakinan diperbolehkan untuk dibunuh. Dan keyakinan itu tidak ada di ahli sunnah.

“Mereka mengkafirkan semua yang tak sekeyakinan dengan dia, ini yang disebut dengan keyakinan takfiri. Syiah itu takfiri, ISIS juga sama takfiri. Siapa yang tidak ikut kepada ISIS, kafir halal darahnya. Maka keyakinan takfiri itu bukan ahli sunah,”ujarnya.

Yang ketiga, kata Ustaz Somad, kekejaman yang dilakukan ISIS di dunia ini, didapatkan dari tentara Amerika. Bukan Islam.

“Cara-cara dia menyiksa, itu bukan cara-cara Islam, tapi lebih pada yang dilakukan oleh Guantanamo, orang-orang yang telah dilatih lama oleh tentara Amerika,” kata Ustadz Somad.

Dengan banyak alasan itu, menurut Ustaz Somad, sangat pantas jika orang menyebut ISIS merupakan boneka buatan Amerika dan sekutunya. Bukan dari Islam.

“Maka bukan isu orang bilang ini bentukan Amerika, Eropa, Israel. Tapi masalah ISIS jangan baca koran. Karena koran itu yang betul cuma dua, harga sama tanggal. Karena beritanya dari Reuters, Reuters itu kantor berita Yahudi, maka bacalah Website ulam yang terpercaya, di antaranya Syah Yusuf Alkadarawi, beliau memfatwakan ISIS itu bukan Islam. Tapi bentukan,” kata dia.

Ustaz Somad menceritakan, perperangan yang terjadi saat merupakan pertempuran antara dua kelompok, yakni Syiah dan ahli sunnah.

Baca Juga:  Iran Siap Lanjutkan Program Nuklirnya Jika AS Ingkar Janji

“Yang terjadi sekarang itu perang antara dua, Syiah dengan rezim Bashar Al Assad didukung oleh Iran dan Suriah. Kenapa Iran mendukung, karena keluarga Assad itu ayahnya partainya, Partai Hisbulbaas, Partai Hisbulbaas itu PKI-nya, kalau di tempat kita,” kata Somad menceritakan.

“Makanya Suriah itu didukung oleh Rusia, kemudian didukung oleh Syiah karena agamanya Syiah Nusairiah ini, berkonflik dengan ahli sunah, ahli sunnah itu jabaah nusra, semua ahli sunah bergabung di kelompok ini. Jadi pertempuran itu antara dua, antara Syiah dengan ahli sunnah,” ucap Somad melanjutkan.

“Nah datang ISIS di tengah abu-abu, ini yang merusak, akhirnya semua orang yang ke Suriah, dituduh bergabung dengan ISIS, padahal ISIS itu hanya merusak. Jatuh bantuan, jatuh senjata, tiba-tiba bisa jatuhnya ke kamp ISIS, Amerika itu bukan bodoh, bisa pula salah jatuh ke bawah, ya ahli. Oleh sebab itu maka, pendapat ulama yang terpercaya ISIS bukan Islam,” kata Somad.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer