Connect with us

Bisnis

UI Sebut BUMN Indonesia Lebih Baik dari Singapura dan Malaysia, Ini Buktinya

JARRAK.ID

Published

on

Gedung Kementerian BUMN (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Lembaga Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia mengatakan bahwa, Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Indonesia mampu memberikan sumbangsih signifikan bagi penerimaan aset negara.

Bahkan LM FEB UI menyebut, kondisi BUMN Indonesia lebih baik dibandingkan BUMN negara tetangga seperti Malaysia dan Singapura.

Hal ini didasarkan penilaian kepada 20 BUMN yang sudah berstatus menjadi Perusahaan Terbuka (TBK).

Manajer Direktur LM FEB UI, Toto Pranoto, mengatakan, tren pemberitaan negatif yang belakangan sering terpublikasikan tidak menganggu kinerja BUMN.

“Tanpa kita sadari, tone negatif pemberitaan BUMN telah mengaburkan capaian prestasi kinerja BUMN dalam satu tahun terakhir ini,” kata Toto dalam Seminar Nasional Prospek BUMN di Tahun Politik di Hotel Borobudur, Jakarta, Rabu, (13/03/2019).

Kendati demikian kata Toto, di tahun politik menjelang Pemilu 2019 masyarakat justru dibeberkan fakta bahwa BUMN sedang loyo dan kurang mampu memberikan kontribusi signifikan kepada negara.

Padahal kata dia, pertumbuhan BUMN Indonesia terus menuju tren positif. Hal ini salah satunya dapat diukur dari aset BUMN yang terus mengalami kenaikan dari tahun ke tahun.

Toto mencatat, total pertumbuhan aset BUMN sepanjang tahun 2018 mencapai Rp 8.092 triliun atau tumbuh 12,23 persen dibanding 2017 yang sebesar Rp 7.210 triliun.

Mengenai kinerja operasional, BUMN secara agregat cukup memuaskan. Hal itu dilihat dari penumbuhan ekuitas 2018 Rp 2.479 triliun atau tumbuh sebesar 4,16 persen dibanding 2017 yang sebesar Rp 2.380 triliun.

Sementara itu, total laba tahun 2018 mencapai Rp 188 triliun atau tumbuh 1,08 persen dibanding 2017 yang sebesar Rp186 triliun.

Toto menambahkan, kontribusi BUMN terhadap negara pada tahun 2018 mencapai Rp 422 triliun dalam bentuk pajak, dividen, dan PNBP. Peroleh itu tumbuh 19,21 persen dibanding total kontribusi pada 2017.

Baca Juga:  Sandi Tantang Waketum Gerindra yang Serukan untuk Tidak Bayar Pajak

Sementara, untuk kondisi di Malaysia, Toto mengemukakan, kinerja Khazanah atau BUMN Malaysia saat 2018 justru mengalami penurunan. Pada tahun tersebut, untuk pertama kalinya mencatatkan kerugian sebesar  RM 6,3 miliar atau sekitar Rp 21 triliun.

“Jika melihat kondisi perekonomian Malaysia, penurunan kinerja Khazanah dikarenakan perubahan kondisi fundamental perusahaan yang kurang baik, volatilitas pasar yang meningkat, dan dipengaruhi adanya faktor perubahan regulasi,” ujarnya.

Selanjutnya, mengacu pada capaian kinerja Temasek atau BUMN Singapura sepanjang tahun lalu relatif stabil dan bisnisnya terus meningkat.

“Kunci keberhasilan yang terlihat dari Temasek antara lain dipengaruhi portofolio yang rangat terdiversiflkasi di seluruh dunia, adanya otonomi penuh pada model management investment holding, dan sudah memiliki talent management yang baik,” kata dia.

Berdasarkan kenyataan itulah, Toto mengatakan BUMN Indonesia sejatinya masih lebih baik dibandingkan BUMN di Malaysia dan Singapura.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer