Connect with us

Politik

Tuduh Pemerintah Terlibat Raibnya Foto Amien di Instagram, Begini Tanggapan Istana

JARRAK.ID

Published

on

Sekretaris Kabinet Pramono Anung (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Polemik soal raibnya foto di Intagram pertemuan tokoh senior Partai Amanat Nasional (PAN) Amien Rais, Ketua Umum Gerindra Prabowo Subianto, dengan Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab di Mekah beberapa hari lalu terus menjadi perbincangan.

Badan Komunikasi DPP Gerindra, Andre Rosiade, menilai hilangnya foto di Instagram tersebut akibat kepanikan dari pemerintah. Sehingga, menurut dia, pemerintah ikut andil dalam penghapusan foto tersebut.

Menanggapi itu, pihak Istana Kepresidenan membantah terlibat dalam upaya menghapus foto tersebut dari Instagram.

Sekretaris Kabinet Pramono Anung mengaku, Presiden Joko Widodo (Jokowi) sendiri belum sempat melihat foto tersebut. Jadi sangat tidak mungkin, kata dia, Presiden meminta menghilangkan foto itu.

“Pertama, Bapak Presiden lihat aja nggak, apalagi kemudian harus menghilangkan,” ujar Pramono Anung di kantornya, gedung Sekretariat Negara, Jl Veteran, Jakarta Pusat, Rabu (6/6/2018), ditulis detikcom.

Selain itu, Pramono juga mempersoalkan tudingan adanya keterlibatan pemerintah dalam menghilangkan foto tersebut. Padahal, imbuh Pramono, foto tersebut juga sudah viral dan tersebar di mana-mana.

“Untuk kepentingan apa harus dihilangkan? Toh fotonya juga sudah beredar ke mana-mana. Jadi menurut saya, kalau kemudian ada tuduhan seperti itu, ya itu seperti menuduh kepada angin yang berlalu,” ungkapnya.

Seperti diketahui, foto Amien saat bertemu dengan Rizieq dan Prabowo ketika umrah diunggah di media sosial Instagram. Saat dilihat pada Senin (4/6/2018), foto tersebut tiba-tiba raib. Foto yang mendadak hilang itu sebelumnya ada di akun Instagram @amienraisofficial.

Baca Juga:  Megawati Tak Tersentuh, JARRAK Tuding KPK Berkompromi dengan Penguasa Soal BLBI

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer