Connect with us

Politik

Tuding Pimpinan KPK Pengecut, HAM Indonesia Minta Presiden Jokowi Lantik 5 Komisioner Terpilih

JARRAK.ID

Published

on

Aksi massa Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia di depan gedung KPK, Sabtu, 14 September 2019 (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ratusan massa yang tergabung dalam Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia kembali mendatangi gedung KPK di Jalan Persada Kuningan, Jakarta Selatan, Sabtu siang, (14/09/2019).

Mereka menyuarakan sejumlah poin tuntutan. Salah satunya, meminta Presiden Joko Widodo segera melantik lima pimpinan KPK terpilih 2019-2023.

Koordinator Nasional Himpunan Aktivis Milenial (HAM) Indonesia, Asep Irama (Doc. JARRAK)

Permintaan ini menyusul sikap tiga pimpinan KPK, Agus Rahardjo, Saut Situmorang, Laode Mohammad Syarif yang mengembalikan mandat KPK kepada Presiden Jokowi.

“Tiga pimpinan KPK pengecut. Justru mereka yang melumpuhkan KPK. Karena mereka tidak mampu melaksanakan tugas dan tanggung jawab KPK, lebih baik mengundurkan diri!” teriak Koordinator Nasional (Koornas) HAM Indonesia, Asep Irama dalam orasinya di atas mobil komando.

Asep menuding sikap tiga pimpinan KPK tersebut sebagai pembangkangan terhadap Konstitusi dan wibawa Presiden Jokowi.

“Tak ada pilihan, Presiden Jokowi harus segera melantik lima pimpinan KPK terpilih untuk menyelamatkan KPK dari pengacau,” tegas Asep.

Asep  juga mengutuk keras aksi provokatif, menyulut amarah, bahkan melakukan tindakan kekerasan dengan memukuli massa yang berujung ricuh dalam aksi demonstrasi di depan gedung KPK pada Jumat siang, (14/09/2019) kemarin.

“Beberapa kawan aksi mengalami luka-luka dalam kejadian pemukulan tersebut. Tangkap para pengecut yang sengaja bikin aksi menjadi rusuh!”

HAM Indonesia kembali meminta agar WP KPK segera mencabut kain hitam yang menutupi logo KPK.

“Artinya, WP KPK seolah menganggap lembaga negara sebagai koorporasi pribadi dengan sewenang-wenang menutupi logo KPK sebagai lambang negara. Aneh dan ajaib serta menyesatkan!”

Dukung Revisi KPK

Asep menegaskan, HAM Indonesia mendukung revisi Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2002 tentang Komisi Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi. Revisi kata dia sangat dibutuhkan karena selama ini KPK sewenang-wenang dalam melakukan penegakan hukum.

“KPK isinya manusia, bukan malaikat. Jangan takut dikoreksi. Atau jangan-jangan selama ini KPK menyimpan bau busuk yang sengaja disembunyikan dari publik,” kata Asep.

Kemudian, Asep mengapresiasi kerja Pansel Capim KPK dan Komisi III DPR yang memilih lima nama terbaik untuk manjadi pimpinan KPK periode 2019-2023.

“KPK akan memasuki era baru yang lebih memiliki ghairah dalam melakukan pencegahan dan pemberantasan korupsi. Tidak ada alasan untuk menolak mereka (lima pimpinan terpilih KPK, red),” tandas Asep.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer