Connect with us

Politik

Tommy Soeharto Sebut 20 Tahun Reformasi Gagal Total

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Berkarya, Tommy Soeharto (Doc. Net)

YOGYAKARTA – JARRAK.ID – Ketua Umum Partai Berkarya, Hutomo Putra Mandala atau Tommy Soeharto menyebut dalam 20 tahun perjalanan reformasi tidak mampu memberikan kontribusi positif bagi kondisi bangsa Indonesia.

“Setelah 20 tahun reformasi, bukan kemajuan yang kita dapat, tapi malah keprihatinan,” ujar Tommy saat berpidato dalam rapat konsolidasi Partai Berkarya di Museum Memorial Jenderal Besar H.M. Soeharto di Dusun Kemusuk, Argomulyo, Sedayu, Bantul, Yogyakarta, Senin sore, (11/06/2018).

Tommy menjelaskan, kondisi keprihatinan yang utama karena utang Indonesia saat ini makin membengkak. Mengutip laporan Bank Indonesia, Tommy menyebut utang Indonesia sudah di angka Rp 5.000 triliun. Tommy juga mengacu data Institute for Development of Economics & Finance (Indef) bahwa utang Indonesia sudah mencapai Rp 7.000 triliun.

Bahkan Tommy pesimis beban utang Indonesia dapat dilunasi mengingat bunga utang yang sangat besar.

“Partai Berkarya tidak anti utang, apalagi untuk pembangunan, tapi kita harus tahu kapan utang itu kembali, apalagi reformasi sudah 20 tahun,” ucap Tommy.

Selain itu menurut Tommy dalam usia reformasi yang sudah mencapai 20 tahun justru Indonesia semakin tersandera. Buktinya kata Tommy banyak sumber daya alam (SDA) strategis yang dikuasi oleh asing, termasuk masih maraknya impor pangan. Pasahal kata Tommy, Indonesia adalah negara agraris yang dilimpahi tanah-tanah subur untuk semua jenis pertanian.

“Investasi asing pun kini tak hanya membawa modalnya dan peralatan industrinya, tapi juga bawa tenaga kerja asingnya,” tuturnya.

Tommy juga menyinggung masalah dana desa yang dalam pelaksanaannya tidak mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat Indonesia, khususnya daerah pedesaan. Justru kata Tommy, dana desa adalah cerminan paling nyata bahwa seakan-akan pemerintah memperhatikan rakyat. Padahal itu ilusi.

Baca Juga:  Partai Berkarya Akan Polisikan Sekjen PSI Pasca Sebut Soeharto Simbol KKN

“Dana desa katanya untuk kesejahteraan rakyat, tapi faktanya hanya bisa dipakai untuk bangun infrastruktur. Apa infrastruktur bisa sejahterakan rakyat?” katanya.

Tommy menilai dana desa hanyalah kebijakan pengalihan anggaran untuk bidang infrastruktur, yang sumbernya tetap berasal dari pos anggaran infrastruktur dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara ataupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah. “Jadi seolah-olah dana desa ada untuk memakmurkan, kenyataannya tidak demikian,” ujarnya.

Tommu Soeharto menyerukan agar semua kader Partai Berkarya menganggap semua persoalan bangsa itu sebagai tantangan dalam mengelola bangsa lebih baik ke depan melalui jalan politik.

“Sebagai partai baru, kita memang belum bisa mengusung calon presiden sendiri, tapi kita bisa mengontrol siapa pun presiden nanti melalui Senayan. Oleh karena itu, mari kita terus pelihara spirit untuk membawa bangsa ini menjadi bangsa besar sekaligus berdaya saing, dimana masyarakatnya hidup dalam kesejahteraan,” Tommy mengakhiri orasi politiknya sembari disambut tepuk tangan para kader.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer