Connect with us

Politik

Tolak Poligami, PKS Sebut PSI Hanya Cari Muka Menjelang Pemilu

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid

JAKARTA – JARRAK.ID – Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengkritik sikap Partai Solidaritas Indonesia (PSI) yang menolak poligami. Menurut PKS, sikap PSI hanya sebagai bagian dari mencari sensasi menjelang Pemilu 2019 mendatang.

“Kenapa kemudian yang baru datang, kalau dia ingin mencari sensasi dengan cara ini, yakinlah itu sensasi yang salah,” kata Wakil Ketua Majelis Syuro PKS, Hidayat Nur Wahid di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa, (18/12/2018).

Menurut Hidayat, PSI sengaja mengeluarkan kebijakan kontroversi tersebut dalam rangka mendapatkan suara dari kelompok atau massa yang dianggapnya ‘anti-syariah’.

“Mereka sengaja melakukan ini yang mereka perkirakan bisa mengambil ceruk dari suara yang mungkin anti-syariah. Tapi akan menjadi sangat jelas yang anti-syariah itu artinya dalam konteks Indonesia itu artinya adalah pihak-pihak yang belum memahami Pancasila dengan sebenarnya,” jelas Hidayat.

Oleh karena itu, Hidayat meminta PSI mempelajari kembali Pancasila dan demokrasi di Indonesia.

Hidayat kemudian mencontohkan sejumlah tokoh yang poligami, di antaranya Presiden RI ke-1, Soekarno dan Wakil Presiden Hamzah Haz yang pernah mendampingi Megawati Soekarnoputri pada 2001-2004.

“Kalau Anda betul-betul ingin masuk demokrasi, pahamilah demokrasi di Indonesia adalah demokrasi yang di dalamnya ada Ketuhanan Yang Maha Esa. Ketuhanan Yang Maha Esa itu artinya ada nilai-nilai agama yang dihormati di Indonesia termasuk di antaranya adalah masalah zakat, haji, itu semuanya diperbolehkan dan menjadi peraturan UU, termasuk pernikahan ada UU-nya,” kata dia.

“Jadi praktik di Indonesia berpoligami ada presiden berpoligami, ada wapres berpoligami, wapres Bu Megawati, Pak Hamzah Haz berpoligami, dan Bu Meganya tidak mempermasalahkan,” imbuh Hidayat.

Sebelumnya Ketum PSI Grace Natalie dalam acara Festival 11 di Jatim Expo, Surabaya, Selasa, (11/12/2018) melarang semua kader PSI untuk berpoligami. Praktik poligami disebutnya merupakan salah satu sumber ketidakadilan bagi perempuan.

Tekad penolakan poligami, lanjut dia, juga nantinya akan dilakukan jika PSI suatu saat nanti lolos ke parlemen. PSI akan menjadi yang pertama berjuang merevisi UU Poligami.

“Karena itu, PSI tidak akan pernah mendukung poligami. Tak akan ada kader, pengurus, dan anggota legislatif dari partai ini yang boleh mempraktikkan poligami,” ujar Grace.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer