Connect with us

Daerah

Tolak Bebas Bersyarat, Ahok Bebas Murni 23 April 2019

JARRAK.ID

Published

on

Basuki Tjahaja Purnama (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantan gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaya  Purnama alias Ahok yang ditahan karena kasus penodaan agama kini dikabarkan bisa mendapatkan bebas bersyarat. Namun kesempatan itu ditolak oleh Ahok yang lebih memilih bebas secara murni.

Terkait hal itu, Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas I Cipinang Andika D Prasetya mengatakan jika memang Ahok memilih untuk bebas secara murni maka kemungkinan besar ia akan menghirup udara segar pada tahun 2019 tepatnya tanggal 23 April.

“Kalau bebas murni dia (Ahok) itu di 23 April 2019,” ujar Andika, Kamis, (12/07/2018).

Ahok sebelumnya divonsis bersalah dan dijatuhi hukuman penjara selama 2 tahun atas kasus dugaan penodaan agama yang dilakukannya di Kepulauan Seribu. Sejak 9 mei 2017 Ahok resmi dijebloskan ke Rutan Mako Brimob dan terhitung sejak itu, ia sudah mendapatkan remisi 15 hari pada saat Natal 2017 yang lalu. Menurut Andika, Ahok kemungkinan besar juga akan mendapatkan remisi lagi saat tanggal 17 Agustus mendatang.

Untuk diketahui, Ahok sebenarnya sudah bisa dinyatakan bebas bersyarat pada tanggal 19 Agustus 2018. Hal itu lantaran pada tanggal tersebut ia sudah menjalani dua pertiga masa hukumannya. Sayangnya Ahok tak terlalu tertarik dengan hal itu dan lebih memilih bebas murni.

“Tetapi kalau dia tidak mau pembebasan bersyarat, berarti ya bebas murni,” kata Andika.

Soal keinginan bebas murni Ahok, juga diungkapkan oleh adiknya Fifi Lety Indra. Fifi lewat akun Instagramnya menyinggung soal keinginan bebas murni Ahok dan menolak atas kesempatan bebas bersyarat.

“Hari ini ramai WA (WhatsApp) dan telepon semua tanya hal ysng sama, apa betul sebenarnya Pak Ahok bisa bebas bersyarat bulan Agustus? Jawabnya iya benar, tetapi beliau @basukibtp putuskan untuk tidak ambil. Biar tunggu sampai bebas murni saja,” tulis Fifi lewat akun Instagram @fifiletytjahajapurnama.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer