Connect with us

Daerah

Tokoh dan Aktivis Generasi Muda Islam Dukung Pembentukan Dewan Pengawas KPK

MUHAMMAD KAYYIS AR

Published

on

Dialog Kebangsaan bertajuk 'Perlunya Lembaga Pengawas KPK' yang dilaksanakan Tokoh dan Aktivis Generasi Muda Islam (Doc. JARRAK)

JAKARTA – JARRAK.ID – Tokoh dan Aktivis Generasi Muda Islam melaksanakan Dialog Kebangsaan bertajuk ‘Perlunya Lembaga Pengawas KPK’ di N Hotel Resto, Jakarta, Rabu, (11/09/2019).

Kegiatan yang diinisiasi oleh Gus Sholeh Mz tersebut sebagai bentuk dukungan moral dan legitimasi kepada DPR untuk tetap melanjutkan pembahasan revisi UU KPK.

Gus Sholeh mengatakan bahwa perjalanan KPK dalam 16 tahun terakhir untuk melakukan pemberantasan korupsi banyak yang harus dievaluasi dan diperbaiki. Sehingga bagi dia, revisi UU KPK sebagai wujud untuk memperkuat KPK secara kelembagaan.

“Sehingga teman-teman tokoh dan aktivis muda Islam dengan berbagai pertimbangan dan kajian komprehensif sepakat dengan revisi UU KPK,” kata dia.

Dia menegaskan, setuju terhadap revisi UU KPK bukan berarti pihaknya merestui tindak pidana korupsi. Namun ia menekankan ke depan skema pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK juga harus mengoptimalkan fungsi pencegahan.

“Sekarang kan KPK gemar tangkap-tangkapin orang. Padahal semakin banyak yang ditangkap KPK semakin menunjukkan bahwa KPK gagal melakukan pencegahan.”

“Padahal salah satu amanat dalam pidato Presiden Joko Widodo di sidang tahunan DPD/DPR menegaskan bahwa keberhasilan pemberantasan korupsi bukan diukur dari seberapa banyak pejabat dipenjara, tapi seberapa besar uang negara bisa diselamatkan. Amanat Presiden Jokowi secara tersirat nafasnya dengan revisi UU KPK,” jelas dia.

Salah satu poin penting dalam draft revisi UU KPK kata Sholeh soal pembentukan Dewan Pengawas. Menurut dia, Dewan Pengawas sangat dibutuhkan, agar kegiatan pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK tidak sewenang-wenang.

“Ingat, KPK isinya bukan malaikat, tapi juga manusia yang juga memiliki potensi melakukan kesalahan. Sehingga keberadaan Dewan Pengawas dalam rangka agar KPK tidak melakukan kesalahan dalam penegakan hukum,” kata Sholeh.

Sholeh menyesalkan sikap KPK dan sejumlah masyarakat yang menolak pembentukan Dewan Pengawas KPK. Padahal semakin ditolak diakui Sholeh, justru semakin menunjukkan bahwa ada yang tidak beres di internal KPK.

“Kalau selama ini KPK mengaku benar, tidak perlu takut dengan Dewan Pengawas. Semakin KPK agresif melakukan penolakan, semakin menunjukkan bahwa KPK bermaksud hendak menutupi dosa-dosanya dari publik,” tandas Gus Sholeh.

Turut hadir juga aktivis senior Budi Djarot, Lembaga Dakwah PBNU KH. Ahmad Shodiq, Sekjen DPP Thoriqoh JATMI KH Drs. Miftahul Falah dan Islam Nasionalis Ustadz Jeffri Sastra Maestra.

Advertisement

Populer