Connect with us

Politik

Timses Prabowo Tuding Duit Suap Meikarta untuk Penggalangan Dana Pemenangan Jokowi di Pilpres

JARRAK.ID

Published

on

Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga Uno, Ferry Juliantono menduga kasus suap izin Meikarta ada hubungannya dengan Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma’ruf Amin.

Ferry melontarkan dugaan tersebut lantaran Bupati Bekasi Neneng Hassanah Yasin yang menjadi tersangka KPK merupakan anggota tim kampanye Jokowi-Ma’ruf. Menurut Ferry, wajar jika ada pihak yang menduga kasus korupsi tersebut merupakan bagian dari penggalangan dana untuk pemenangan Jokowi di Pilpres 2019 mendatang.

“Mohon maaf, Neneng ini timses. Nah itu kan aibnya kalau kepala daerah dijadikan timses, kalau ada kejadian seperti ini jadi muncul dugaan kemungkinan gratifikasi diberikan dalam konteks kampanye,” kata Ferry seperti dilansir CNNIndonesia.com.

Oleh karena itu, Ferry meminta agar Timses Jokowi-Ma’ruf Amin mampu menjelaskan persoalan itu kepada publik.

“Bagaimana pertanggungjawaban timses Jokowi-Ma’ruf terhadap ini,” imbuh Ferry.

Ferry juga meminta Menko Kemaritiman, Luhut Binsar Pandjaitan untuk meminta kepada publik. Pasalnya kata Ferry, Luhut pernah berjanji jika proyek Meikarta tidak memiliki masalah, termasuk soal perizinan. Namun nyatanya KPK justru menduga ada gratifikasi dan suap dalam pengurusan izin proyek Meikarta.

“Yang dibutuhkan sekarang sikap yang bersangkutan bagaimana. Kalau salah mengaku salah. Tapi kita enggak dengar dia mengaku salah padahal ini ada dampaknya pada konsumen,” ucap Ferry.

Sementara itu, Wakil Sekretaris TKN Jokowi-Maruf, Ahmad Rofiq menampik tudingan Ferry. Menurut Rofiq, tudingan suap Meikarta masuk kantong Timses Jokowi terlalu mengada-ada.

“Tuduhan yang sangat ngawur dan di luar akal sehat. Koalisi Indonesia Kerja (KIK) menolak tuduhan ini dengan keras, KIK sangat tidak toleran dengan praktik korupsi,” ucap Rofiq.

Rofiq lantas mengungkit keterlibatan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan dalam iklan Meikarta. Menurutnya, masyarakat justru perlu melihat ke arah sana.

“Saya kira rakyat juga perlu mencermati bahwa Zulkifli Hasan pernah masuk iklan Meikarta dan isinya penuh isi dan pujian-pujian. Semoga tidak sampai nyerempet ke sana,” kata Rofiq.

KPK telah menetapkan sembilan tersangka dalam kasus suap perizinan Meikarta. Mereka adalah Bupati Bekasi Neneng Hasanah Yasin, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Bekasi Jamaludin, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Bekasi Sahat M Nohor.

Kemudian Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Perizinan Terpadu Bekasi Kabupaten Dewi Tisnawati serta Kepala Bidang Tata Ruang Dinas PUPR Bekasi Neneng Rahmi. Sejumlah nama tersebut diduga sebagai penerima suap.

Sementara itu, pihak yang diduga pemberi suap antara lain Direktur Operasional Lippo Group Billy Sindoro, pegawai Lippo Group Henry Jasmen, serta dua konsultan Lippo Group‎, Taryudi dan Fitra Djaja Purnama.

Billy diduga memberikan uang Rp7 miliar kepada Neneng Hasanah dan anak buahnya terkait pengurusan izin proyek pembangunan Meikarta, unit usah Lippo Group. KPK menduga Rp7 miliar itu adalah bagian dari Rp13 miliar yang telah disepakati bersama.

Proyek Meikarta, megaproyek unggulan Lippo Group itu akan dibangun di atas lahan seluas 774 hektare dan dibagi dalam tiga tahapan. Secara keseluruhan, nilai investasi proyek Meikarta ditaksir mencapai Rp278 triliun.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer