Connect with us

Elektoral

Timses Jokowi-Ma’ruf: Negeri Ini Bukan Hanya Ahok

JARRAK.ID

Published

on

Illustrasi (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Lembaga Survei Indonesia (LSI) Denny JA merilis survei yang menunjukkan tren elektabilitas capres Jokowi yang menurun di kalangan nonmuslim dan milenial gara-gara Jokowi disandingkan dengan cawapres Ma’ruf Amin. Karena itu, kata Denny JA, Ahok menjadi sosok yang mampu meyakinkan pemilih nonmuslim untuk tetap memilih Jokowi-Ma’ruf di Pilpres 2019.

Meski demikian, tim kampanye Jokowi-Ma’ruf menilai bukan cuma Ahok seorang yang mampu menentukan kemenangan di Pilpres.

“Negeri ini bukan hanya Ahok. Negeri ini banyak memiliki tokoh-tokoh dengan integritas yang tinggi, dan tentu kami akan merangkul, mengajak diskusi, dialog untuk mendukung kemenangan Jokowi-Ma’ruf,” ungkap Direktur Relawan di Tim Kampanye Nasional Jokowi-Ma’ruf, Maman Imanulhaq, Rabu (22/8/2018).

Maman menjelaskan, semua pihak akan dirangkul tim kampanye. Termasuk pihak yang berseberangan dengan Ahok, yakni kelompok yang mendukung Aksi 212, aksi yang dulu dikenal sebagai pendorong agar Ahok dihukum karena menista agama.

“Yang pasti ada beberapa teman yang terus berkomunikasi dengan beberapa kalangan, misal ada teman-teman yang melakukan komunikasi dengan kelompok 212, kelompok militer, tokoh kampus,” ungkapnya.

“Kedua, fatwa MUI itu bukan hanya dari Ma’ruf Amin seorang, tapi itu pemikiran kolektif,” kata Maman.

Menurut Maman, Ma’ruf memiliki kapasitas keilmuan dalam bidang ekonomi syariah yang diyakini bisa membawa Indonesia ke arah lebih baik. Karena itu, katanya, kaum minoritas tak perlu resah.

“Jaminannya, Ma’ruf Amin akan berkomitmen menjaga kebhinekaan NKRI dan Pancasila, di mana di dalamnya hak-hak minoritas akan terjaga,” ujar Maman.

Strategi Tertutup

Sebelumnya, peneliti LSI Denny JA Adjie Alfaraby mengungkapkan bahwa Ahok merupakan sosok tepat untuk meyakinkan pemilih nonmuslim demi suara Jokowi-Ma’ruf.

“Ketika Pak Ahok kemudian masuk menjadi salah satu tim Pak Jokowi, akan menambah atau meyakinkan pemilih nonmuslim untuk tetap atau tidak meninggalkan Pak Jokowi. Artinya, tetap memilih pasangan Jokowi-Ma’ruf,” terang Adjie di Jakarta Timur, Selasa (21/8) kemarin.

Baca Juga:  Terganggu dengan Kabar Pernikahannya, Ahok Kini Tak Bisa Ditemui

Namun begitu, kubu Jokowi-Ma’ruf harus hati-hati memasukkan Ahok sebagai bagian dari tim sukses. Pasalnya, jika benar Ahok jadi bagian tim kampanye Jokowi, Adjie menyebut ada kemungkinan pemilih muslim Jokowi kabur. Karena, Ahok merupakan terpidana kasus penistaan agama Islam.

“Mungkin strateginya agak tertutup. Ahok masuk hanya untuk mengonsolidasikan pemilih nonmuslim yang saat ini terkejut Ma’ruf cawapres Pak Jokowi,” pungkas Adjie dikutuip detikcom.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer