Connect with us

Politik

Tim Hukum Bentukan Wiranto Mulai Bidik Amin Rais Sampai Habib Rizieq

JARRAK.ID

Published

on

Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Tim Asistensi Hukum bentukan Menko Polhukam, Wiranto mulai mengkaji sejumlah pernyataan tokoh yang diduga melanggar hukum.

Anggota Tim Asistensi Hukum, Romli Atmasasmita menyebut tim sudah mulai mengkaji setidaknya ucapan dari 13 orang yang dinilainya berpengaruh di ruang publik.

“Kemarin kami rapat pertama ya, itu sudah dipaparkan 13 tokoh,” ujar Romli, Selasa, (14/05/2019).

Salah satu tokoh yang dikaji ucapannya adalah Imam Besar FPI, Habib Rizieq Shihab; Kivlan Zein dan Ketua Dewan Kehormatan PAN, Amien Rais.

Selain itu, ia juga menyebut pernyataan seorang ibu-ibu karena diduga melanggar hukum juga dipaparkan dalam rapat.

“Tapi tidak mendalam, pandangan umum lah bahasa kita,” ujarnya.

Lebih lanjut, Romli menegaskan Tim Hukum Kemenko Polhukam tidak ikut campur terhadap kasus yang ditangani oleh kepolisian. Menurut dia, tim ini nantinya hanya memberikan pandangan terhadap sebuah tindakan yang diduga melanggar pidana.

“Kalau sudah gakkum (penegakan hukum), pakar tidak bisa nimbrung. Cuma paling-paling kalau dia (Kepolisian) bertanya, tapi itu nanti sebagai ahli. Kalau masih sebagai pakar tidak boleh nimbrung-nimbrung,” ujar Romli.

Respons pro dan kontra
Romli mengaku memaklumi sejumlah pihak yang menolak keberadaan timnya tersebut. Ia menduga penolakan itu terjadi karena tim hukum Kemenko Polhukam ini dinilai sebagai badan baru selain kepolisian dan kejaksaan.

“Tim asistensi sifatnya ad hoc sampai tanggal 31 Oktober, dibatasi oleh waktu,” ujar Romli.

Romli memastikan tim ini bukan penegak hukum. Tim di bawah kendali Wiranto, sambungnya, hanya memberikan masukan kepada kepolisian.

“Terserah Polri mau pakai yang mana, dia kan punya kewenangan sendiri,” ujarnya.

Baca Juga:  Fadli Persoalkan Pemanggilan Amien Rais Soal Hoaks Ratna Sarumpaet, Hanura: Takut ya?

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer