Connect with us

Daerah

Tilap Dana Pensiun Pertamina Rp612 Miliar, Edward Soeryadjaja Divonis 15 Tahun!

JARRAK.ID

Published

on

Edward Soeryadjaja (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Pengadilan Tinggi (PT) Jakarta resmi memperberat hukuman penjara bagi Edward Soeryadjaja menjadi 15 tahun, karena terbukti korupsi dana pensiun Pertamina sebesar Rp612 miliar.

Sebagaimana dilansir website PT Jakarta, Jumat (26/04/2019), pria kelahiran Amsterdam 21 Mei 1948 itu terjerat kasus saat menjadi pemegang pemegang saham mayoritas PT Sugih Energi Tbk (SUGI).

Kasus ini berawal saat Edward bertemu dengan Presiden Direktur Dana Pensiun Pertamina, M Helmi Kamal Lubis pada tahun 2014 silam.

Dari pertemuan itu, keduanya sepakat menggocek dana pensiun Pertamina ke PT SUGI. Dana yang digelontorkan ke PT SUGI mencapai ratusan miliar. Berdasarkan perhitungan, kerugian negara mencapai Rp 612 miliar.

Belakangan, patgulipat itu tercium kejaksaan. Edward dan Helmi sama-sama harus mempertanggungjawabkan perbuatannya.

Pada 10 Januari 2019, Pengadilan Tipikor Jakarta menjatuhkan hukuman 12,5 tahun penjara kepada Edward. Selain itu, Edward juga diminta membayar uang pengganti Rp 25,6 miliar.

Atas putusan itu, baik jaksa dan Edward sama-sama mengajukan banding. Apa kata PT Jakarta?

“Menjatuhkan pidana penjara 15 tahun,” ucap majelis hakim dengan suara bulat.

Putusan itu diketok oleh Elang Prakowo Wibowo dengan anggota M Zubaidi Rahmat dan I Nyoman Adi Juliasa.

“Menjatuhkan pidana tambahan berupa pembayaran uang pengganti kepada terdakwa sebesar Rp 25,6 miliar. Jika terpidana tidak membayar uang pengganti, maka dalam waktu 1 bulan sesudah putusan memperoleh kekuatan hukum tetap, maka harta bendanya dapat disita oleh jaksa dan dilelang untuk menutupi uang pengganti. Kemudian dalam hal terpidana tidak mempunyai harta yang mencukupi untuk membayar uang pengganti tersebut, maka dipidana penjara selama 1 tahun,” ujar majelis.

Baca Juga:  BREAKING NEWS: Polisi Bekuk Dua Orang Penyebar Hoaks Kertas Suara Tercoblos

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer