Connect with us

Politik

Tiga Mantan Petinggi TNI dan Polri Jadi Tersangka Melawan Negara, Ini Kata Menhan

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Pertahanan, Ryamizard Ryacudu (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Pertahanan (Menhan), Ryamizard Ryacudu mengatakan bahwa hukum merupakan panglima tertinggi di Indonesia.

Demikian disampaikan Ryamizard usai tiga mantan petinggi TNI dan Polri menjadi tersangka dalam kasus kepemilikan senjata ilegal dan makar. Ketiganya adalah eks Danjen Kopassus, Mayjen (Purn) Soenarko; eks Pangkostrad, Mayjen (Purn) Kivlan Zein dan mantan Kapolda Metro Jaya, Komjen (Purn) M Sofyan Jacob.

“Kita negara hukum, hukum itu adalah panglima tertinggi yang harus ditaati. Siapapun, tentara, polisi, siapapun, maupun ulama, umara, harus ditaati hukum. Kalau kita mau negara ini baik,” kata Ryamizard, Selasa (11/06/2019) menjawab pertanyaan wartawan, seusai Ryamizard bertemu dengan Buya Syafii di Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Sementara itu terkait adanya pemberitaan yang mengaitkan Tim Mawar dengan rusuh 21-22 Mei 2019, ia enggan berkomentar lebih jauh. Ia menegaskan, saat ini yang terpenting adalah kepentingan bangsa dan negara.

“Begini, saya tidak mau bahas itu, itu sudah politik-politikan. Kita bicara politik negara, politik negara itu apa, bagaimana NKRI dengan dasarnya Pancasila tetap utuh, itu politik negara,” ujar Ryamizard.

“Tim Mawar kan udah selesai, udah ada hukuman segala macam, sudah selesai, jangan dibangkit bangkitkan lagi. Kalau ada itu tanya polisi, polisi kan yang mengusut,” lanjutnya.

Ryamizard pun meyakinkan institusi TNI tidak terlibat. Karena Tim Mawar saat ini sudah tidak ada lagi.

“TNI tak ada urusannya, itu tim lain. TNI sekarang lain lah, jangan dikait-kaitkan, nggak baik,” imbuhnya.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer