Connect with us

Politik

TERTIB, Pabrik Gudang Garam di Guluk-Guluk Ambil Sampel Tembakau Sesuai Perintah Perda

HOLIDI

Published

on

Proses pengambilan sampel tembakau di Gudang Garam Guluk-Guluk, Sumenep, Madura, Selasa, 10 September 2019 (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Gudang Garam yang berlokasi di Kecamatan Guluk-Guluk, Sumenep, Madura sudah sejak tanggal 18 Agustus 2019 melakukan pembelian tembakau rajangan milik petani.

Hal ini diketahui dari pemberitahuan resmi oleh pihak gudang kepada Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Sumenep.

Sampel tembakau (Doc. JARRAK)

Bukan hanya itu, dalam kegiatan jual beli tembakau yang berlangsung setiap hari, pabrik mengambil sampel tembakau milik petani sudah sesuai dengan ketentuan dan peraturan, yaitu tidak melebihi 1 kilogram.

Berdasarkan Peraturan Daerah (Perda) Nomor 6 Tahun 2012 tentang Pedoman Pelaksanaan Pembelian dan Pengusahaan Tembakau pada Pasal 9 disebutkan bahwa pengambilan sampel tembakau memang paling banyak 1 kilogram dalam satu bal.

“Setiap tahun saya selalu menjual tembakau kesini (Gudang Garam, red). Kalau sampel tembakau yang diambil pihak gudang paling banyak 1 kilogram kadang kurang. Bahkan pengambilan sampel juga disaksikan para pedagang,” kata salah satu bandul kepada Jarrak.id sembari meminta agar namanya disembunyikan, Selasa, (10/09/2019).

Ia mengaku bersyukur karena sampel yang diambil pabrik sudah sesuai dengan peraturan, sehingga petani tidak dirugikan.

“Artinya pabrik juga memperhatikan kita-kita yang di bawah (petani tembakau, red),” imbuh dia.

Selain itu, rata-rata tembakau rajangan milik petani dibeli tidak kurang dari harga bawah dan harga atas yang sudah ditetapkan pemerintah. Sekedar diketahui, untuk Gudang Garam yang di Guluk-Guluk harga bawah Rp32 ribu dan harga atasnya Rp52 ribu.

“Tidak kurang dari Rp32 ribu. Bahkan banyak milik bandul tembakau yang harganya sudah mencapai Rp49 ribu,” kata bandul tembakau lainnya.

Ia juga berharap agar pihak pabrik dapat memperpanjang masa pembelian, sehingga semua tembakau milik petani bisa diserap. Pasalnya kata dia, banyak tembakau milik petani yang masih belum dipanen.

“Harapannya ya pembelian diperpanjang, jangan dulu di-stop, supaya semua milik petani yang masih belum dipanen bisa diserap juga oleh gudang,” tegas dia.

Berdasarkan pantauan Jarrak.id di Gudang Garam Guluk-Guluk, dalam setiap hari ratusan bal tembakau rajangan milik petani dijual ke gudang tersebut. Bahkan sebagian besar dibeli oleh gudang tanpa ada yang dikembalikan.

Prioritaskan Tembakau Petani Sekitar

Sementara itu, Direktur PT Giri Dipta Sentosa, Tamsil Effendy mengatakan pihaknya siap menyerap tembakau milik petani baik di Guluk-Guluk secara khusus dan milik petani Madura secara umum.

Direktur PT Giri Dipta Sentosa, Tamsil Effendy (Doc. JARRAK)

“Kita sejak awal memang memprioritaskan tembakau milik petani di wilayah Guluk-Guluk bisa dibeli semua oleh gudang. Sekalipun kita juga melakukan pembelian milik petani tembakau lainnya di wilayah Madura,” kata dia ditemui Jarrak.id di ruang kerjanya, Minggu, (08/09/2019).

Namun ia juga tidak bisa memastikan berapa jumlah tembakau yang akan diserap dari petani untuk pembelian tahun ini.

“Tapi kita akan memberikan kesempatan semua tembakau petani di Guluk-Guluk bisa diserap. Makanya kita koordinasi dengan kepala desa. Kita minta kepala desa untuk menunjuk orang yang mengerti tembakau,” tegas dia.

Selain itu, ia menegaskan bahwa pihak gudang mengambil sampel dari bandul tembakau paling banyak 1 kilogram.

“Selama ini tidak ada bandul tembakau yang mengeluh soal jumlah pengambilan sampel. Apalagi kita sudah tahu bahwa aturannya memang tidak boleh dari itu (satu kilogram, red),” tandas dia.

Advertisement

Populer