Connect with us

Bisnis

Ternyata Utang Luar Negeri Indonesia Naik 9,5 Persen Per Februari

JARRAK.ID

Published

on

JAKARTA – JARRAK.ID – Bank Indonesia mencatat total utang luar negeri Indonesia meningkat, sekarang berada di level US$ 356,23 miliar per Februari 2018 ini. Maka, jika dipresentasekan, angka tersebut naik 9,46 persen dibanding posisi yang sama pada tahun 2017 silam, yakni US$ 325,42 miliar.

Jika dengan menggunakan asumsi kurs Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) maka menjadi sebesar Rp 13,400, karena itu, maka utang luar negeri itu setara dengan Rp 4.773,55 triliun.

Berdasarkan statistik utang luar negeri yang disusun BI, utang ini terbagi atas dua jenis yakni, utang pemerintah dan utang swasta. Utang pemerintah tercatat naik 11,9 persen menjadi US$181,39 miliar, sedangkan utang swasta berada pada posisi US$174,83 miliar atau naik 7,05 persen secara tahunan.

Adapun sumber utang pemerintah yang melimpah adalah adalah Surat Berharga Negara (SBN) yakni US$121,55 miliar atau 67,01 persen dari total utang pemerintah. SBN terbagi atas kepemilikan domestik sebesar US$61,33 miliar dan asing sebanyak US$59,66 miliar.

Dari sisi utang luar negeri swasta, korporasi bukan bank paling banyak mendapat pinjaman luar negeri dengan total U$133,57 miliar atau 76,39 persen dari total utang swasta. Sementara aliran pinjaman luar negeri yang masuk ke lembaga keuangan tercatat US$41,26 miliar.

Dengan demikian, jasa keuangan menjadi sektor terbesar yang mendapatkan  keuntungan dari utang luar negeri. Selanjutnya, posisi kedua disusul industri manufaktur sebesar US$36,36 miliar, pengadaan listrik gas dan uap sebesar US$24,84 miliar, serta pertambangan dan penggalian dengan nilai US$23,81 miliar.

Meskipun begitu, bulan ini, utang luar negeri mulai menurun jika dibandingkan dengan bulan-bulan sebelumnya, yaitu turun sebesar 10,4 persen secara tahunan. Melunaknya pertumbuhan utang pemerintah juga terjadi pada utang swasta.

Hal itu terjadi, karena sebagian besar berasal dari turunnya kepemilikan asing pada SBN Domestik yang mencapai US$ 3 miliar dalam satu bulan terakhir ini.

“Pemanfaatan utang luar negeri pemerintah diprioritaskan untuk kegiatan yang sifatnya produktif dan invetasi dalam rangka menunjang pertumbuhan ekonomi,” ujar laporan itu dikutip Selasa (17/4/2018).

Sedangkan melambatnya utang swasta karena turunnya kenaikan pinjaman bagi sektor keuangan yang sebelumnya mendominasi struktur utang swasta.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Populer