Connect with us

Daerah

Ternyata Penyebar Berita Hoaks Rusuh di Depan Gedung MK Anggota FPI

JARRAK.ID

Published

on

Gedung MK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Polda Metro Jaya resmi menahan anggota Front Pembela Islam (FPI), SAA yang diketahui menyebarkan berita hoaks soal aksi demontrasi rusuh di depan Gedung Mahkamah Konstitusi (MK). Penahanan dilakukan atas pertimbangan penyidik.

“Ya. Subjektifitas penyidik (alasan penahanan),” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Argo Yuwono, Senin, (17/09/2018).

Sementara itu, Ketua Bantuan Hukum FPI DKI Jakarta Mirza Zulkarnaen mengatakan kliennya resmi ditahan pada dini hari tadi. Dia berencana untuk mengajukan penangguhan penahanan untuk SAA.

“Semenjak semalam sudah resmi ditahan. Ngajuin (penangguhan) Insyallah siang ini, ke Polda,” imbuh dia.

Polisi menetapkan SAA sebagai tersangka dengan sangkaan melanggar Pasal 14 dan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1946 tentang Peraturan Hukum Pidana dan/atau Pasal 28 ayat 2 juncto Pasal 45A ayat 2 Undang-Undang Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE).

Dia diduga menyiarkan atau mengeluarkan pemberitahuan bohong dan/atau menyebarkan informasi yang ditujukan untuk menimbulkan rasa kebencian terhadap individu atau kelompok berdasarkan antargolongan.

Video hoax tersebut sempat beredar di media sosial hingga WhatsApp Group pada Jumat, 14 September lalu. Di hari yang sama Polri dan TNI melakukan simulasi pengamanan gedung MK menjelang Pemilu 2019. Polri menyebut kegiatan simulasi itu ‘digoreng’ di media sosial menjadi seakan-akan ada demo ricuh di sekitar MK dan Istana Presiden.

Baca Juga:  Presiden Jokowi Sebut Empat Jenis Penyakit yang Habiskan Banyak Anggaran BPJS

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer