Connect with us

Daerah

Ternyata Novel Baswedan Masih Diancam Pelaku Penyiram Air Keras

JARRAK.ID

Published

on

Penyidik Senior KPK, Novel Baswedan (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Novel Baswedan mengaku masih mendapatkan ancaman dan teror dari pelaku penyiram air keras yang sampai saat sekarang masih misterius.

Kendati demikian, Novel menegaskan dirinya masih percaya terhadap kepolisian dalam menyelesaikan kasus penyerangan yang dialami dirinya. Sekalipun kata Novel, sejauh ini masih belum ada tanda-tanda polisi akan berhasil untuk menangkap pelaku.

“Saya pulang hari pertama dari Singapore masih diancam, pelakunya bilang ada di depan saya. Polisi itu institusi yang baik terhormat, kalau ada kayak gitu kan bisa merusak (nama Polri),” kata Novel saat ditemui di kediamannya di Kelapa Gading, Jakarta Utara, Minggu, (17/06/2018).

Namun, Novel kini mencoba merayakan hari raya Idul Fitri bersama keluarga besarnya, mencoba melupakan teror-teror yang pernah dan masih ia dapat. Ia meyakini, dirinya akan tetap aman dalam pengawasan pihak berwajib dan mempercayakan semua pada kepolisian.

“Saya tetap percaya bahwa polisi akan bekerja dengan profesional dalam mengungkap kasus ini. Bukan hanya saya, tetapi publik juga terus menunggu ujung dari kasus ini,” tegas Novel.

Seperti diketahui, Novel Baswedan akhirnya kembali ke Tanah Air pada Kamis, (22/02/2017) sejak 10 bulan kasus penyerangan terhadap dirinya. Meskipun sudah kembali ke Tanah Air, Novel Baswedan tidak akan langsung menjalani tugasnya sebagai penyidik KPK karena masih harus menjalani masa pemulihan.

Novel diserang dengan air keras dan kemudian dokter mendiagnosis sekitar 95 persen bagian mata kiri Novel rusak terpapar air keras tersebut. Hingga kini, kasus teror penyiraman air keras terhadap Novel masih misteri.

Baca Juga:  Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan, Ahmad Nawardi Ajak Masyarakat Perangi Berita Hoax

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer