Connect with us

Daerah

Ternyata Nining Sengaja Merekayasa Kematiannya Karena Terlilit Uang Rp35 Juta ke Bank

JARRAK.ID

Published

on

(Foto: Istimewa)

SUKABUMI – JARRAK.ID – Polisi akhirnya berhasil membongkar kasus rekayasa kematian Nining Sunarsih (52) yang sempat membuat geger publik. Pasalnya Nining mengaku hilang selama 1,5 tahun pasca tenggelam di Palabuhanratu Sukabumi dan ditemukan dalam kondisi selamat.

Berdasarkan hasil penyelidikan polisi dari Polres Sukabumi, Nining sengaja merekayasa kematiannya karena memiliki beban hutang sebesar Rp35 juta kepada Bank RRI Cisaat Sukabumi.

Akhirnya keluarga Nining mendatangi pihak bank guna menyerahkan surat kematian Nining. Karena bank percaya surat kematian tersebut, bank kemudian membebaskan Nining dari tanggungan utang yang jumlahnya mencapai Rp35 juta.

Sore 8 Januari 2017, setelah kabar hilang tenggelam, Nining pernah menuju kediaman kerabatnya di Cianjur. “Di sana, Nining bercerita seolah mengaku tenggelam dan berdiskusi kecil, dia minta dicarikan pekerjaan di Jakarta,” kata Kapolres Sukabumi Kota AKBP Susatyo Purnomo, Selasa, (10/07/2018).

Di Cianjur, Nining menginap selama satu malam dan keesokan harinya atau pada 9 Januari 2017 dijemput untuk bekerja di Jakarta.

Polisi menjelaskan utang Rp 35 juta itu dipinjam Nining pada pertengahan 2016 dan dicicil sebanyak tujuh kali dengan nilai Rp 1,8 juta per bulan selama 2 tahun. Pada cicilan ke delapan, Nining mulai kebingungan lalu bersiasat merekayasa kematiannya.

“Karena tidak sanggup membayar cicilan, dibuatlah rekayasa tersebut (Nining tenggelam). Tanggal 31 Januari 2017 pihak bank menyatakan utang Bu Nining lunas, ada kerabat Nining yang mengantarkan surat keterangan kematian Nining ke BRI,” tutur Susatyo.

“Selain utang dianggap lunas, pihak bank juga menyerahkan kembali sertifikat rumah yang dijadikan jaminan kepada pihak keluarga,” kata Susatyo menambahkan.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer