Connect with us

Politik

Ternyata Megawati Pernah Minta Kursi Cawapres ke Jokowi, Ini Ceritanya

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Ketum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri, ternyata pernah meminta posisi wakil presiden kepada bakal calon presiden dari incumbent, Joko Widodo. Meski demikian, menurut Megawati, permintaan tersebut disampaikannya dalam konteks bercanda alias guyon.

Hal tersebut diungkapkan Megawati saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) PDIP 2018 yang dihadiri pengurus DPD dan DPP di kantor DPP PDIP, Jalan Diponegoro, Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (1/9/2019).

Rakornas itu juga dihadiri oleh Bakal Calon Wakil Presiden KH. Ma’ruf Amin, 34 pengurus DPD, dan para pengurus DPP.

Megawati bercerita, dia mengaku bahagia teman-temannya yang tergabung dalam Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) masuk dalam nominasi cawapres Jokowi di Pilpres 2019 mendatang. Mereka adalah seperti Ma’ruf Amin dan Mahfud MD.

“Ketika ada cerita soal yang katanya Pak Mahfud lalu Pak Ma’ruf, dan sepertinya saya pengen ketawa-ketawa saja. Aduh, ini sobat-sobat saya masuk nominasi,” ungkap Megawati yang disambut tawa para peserta Rakornas.

Seperti diketahui, Megawati adalah Ketua Dewan Pengarah BPIP. Sedangkan nMa’ruf dan Mahfud beserta Ahmad Syafii Maarif, Said Aqil Siradj, Try Sutrisno, Sudhamek, Andreas Anangguru Yewangoe, dan Wisnu Bawa Tenaya adalah anggota BPIP.

“Saya bilang ke Pak Jokowi, yang ganteng-ganteng pada masuk nominasi, saya juga masuk nominasi boleh enggak?” ujar dia mengulang percakapannya dengan Jokowi.

“Pak Jokowi kaget. ‘Ibu, Ibu, gitu kan”. Emangnya enggak boleh Pak? Terus Pak Pak Jokowi bilang, “ini benar atau tidak”,” imbuh Megawati.

Meski demikian, menurut Megawati, dirinya mengaku hanya bercanda. Megawati hanya bermaksud mencairkan suasana di tengah hingar-bingar pemberitaan politik tentang siapa cawapres pendamping Jokowi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer