Connect with us

Daerah

Terkait OTT Eni Saragih, KPK Cokok Lagi Tiga Orang Ini

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Selain Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih yang ditangkap KPK dalam operasi tangkap tangan (OTT), lembaga anti rasuah itu juga mengamankan tiga orang lain. Ketiganya masih diperiksa secara intensif.

“Tadi malam tim kembali mengamankan tiga orang lainnya dan kemudian dibawa ke kantor KPK, sehingga total yang diamankan adalah 12 orang. Mereka masih dalam proses pemeriksaan secara intensif di KPK,” ungkap Kabiro Humas KPK Febri Diansyah kepada wartawan, Sabtu (14/7/2018).

Febri menjelaskan, ketiga orang yang ditangkap KPK tersebut masih berhubungan dengan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih. Menurutnya, ada rangkaian peristiwa yang diduga diketahui ketiganya. Meski begitu, KPK tidak memerinci di mana lokasi ketiganya diciduk.

“Tiga orang dari pihak yang masih terkait dengan anggota DPR yang diamankan kemarin. Mereka dinilai mengetahui bagian dari rangkaian peristiwa dalam kasus ini,” ujar dia.

Sebelumnya, Eni ditangkap tim penindakan KPK di rumah dinas Menteri Sosial Idrus Marham pada Jumat (13/7) kemarin. Dalam operasi itu, KPK juga mengamankan delapan orang, yang terdiri atas sopir, staf ahli, dan pihak swasta.

Ditengarai, telah terjadi transaksi dari pihak swasta kepada penyelenggara negara dan mengamankan Rp 500 juta. “KPK mengamankan uang Rp 500 juta,” terang Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan, Jumat (13/7), seperti dikutip detikcom.

Berdasarkan temuan KPK, duit Rp 500 juta yang diamankan saat OTT diduga terkait dengan tugas di Komisi VII, yang membidangi energi. Namun, KPK belum memerinci tugas spesifik atau proyek apa yang dimaksud tersebut.

Baca Juga:  KPK Tegaskan Akan Usut Kasus Penyimpangan Petral

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer