Temuan Klaster Baru, RDT Di Pacitan Menipis

2 min read
Pacitan,www.jarrak.id- Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Pemkab Pacitan, harus lebih banyak lagi mempersiapkan rapid diagnotic test (RDT). Mengingat, saat ini temuan klaster baru sebaran covid-19 kian meluas.
Sebagaimana diketahui, beberapa waktu lalu, gugus tugas telah melakukan pengadaan sebanyak 800 RDT, yang didanai dari belanja tak terduga (BTT) hasil refoccusing dan realokasi APBD. Merunut informasi dari lapangan, banyak puskesmas di Pacitan yang sudah kehabisan RDT. Sehingga gugus tugas, diharapkan segera kembali melaksanakan pengadaan.
Pelaksana tugas (Plt) Kepala Dinas Kesehatan Pacitan, Trihadi Hendra Purwaka mengatakan, RDT hasil pengadaan lalu, memang sudah didistribusikan ke 24 puskesmas yang ada di Pacitan. “Dan sampai saat ini masih cukup. Kalau memang sudah menipis, segera kita laksanakan pengadaan,” ujarnya, melalui ponselnya, Ahad (28/6).
Sementara itu terpisah, juru bicara tim komunikasi publik gugus tugas percepatan penanganan covid-19 Pemkab Pacitan Rachmad Dwiyanto, menegaskan, dari bulan ke bulan, jumlah pasien covid-19 conform terus merangkak naik. “Pada April lalu ada 4 pasien positif covid-19 asal klaster Pondok Pesantren Al-Fatah Temboro dan asrama haji Sukolilo Surabaya. Kemudian Mei bertambah 10 dan Juni bertambah lagi 10, bahkan ada yang meninggal dunia,” jelasnya.
Dengan data statistik tersebut, tentu ini menjadi atensi serius semua pihak. Bukan hanya gugus tugas, namun masyarakat juga harus lebih waspada dan jangan lengah dalam melaksanakan protokol kesehatan. Mengingat sampai detik ini, sebaran virus SARS-CoV-2 masih merajalela. “Kami tekankan agar gugus tugas, segera bersiap dengan sarana dan prasarana. Utamanya RDT dan juga alat pelindung diri (APD). Sebab kian hari, sebaran covid-19 kian menjadi. Soal anggaran, kita sudah alokasikan di belanja tak terduga (BTT) penanganan covid-19,” tandasnya. (yun).