Connect with us

Daerah

Teledor Undang HTI dalam Acara Pemprov DKI Jakarta, Begini Nasib Anak Buah Anies Sekarang

JARRAK.ID

Published

on

Undangan Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta yang turut melibatkan Muslimat HTI dan viral di media sosial (Foto: Istimewa)

JAKARTA – JARRAK.ID – Kepala Dinas Pemberdayaan Perlindungan Anak dan Pengendalian Penduduk (DPPAPP) DKI Jakarta, Tuty Kusumawati membenarkan jika undangan yang viral dengan mengundang ormas HTI adalah benar.

Kendati demikian, ia mengaku tidak tahu menahu saat meneken surat undangan tersebut.

“Kami akui ada kesalahan, saya juga tidak melihat secara detil daftar undangan saat menandatangani. Sebab, sudah melalui pemeriksaan Plt. Kabid dan Sekretaris Dinas,” kata Tuty dalam keterangannya beberapa waktu lalu.

Ia mengaku akan membebastugaskan orang yang menyusun surat undangan tersebut dari kegiatan yang akan dilaksanakan tersebut.

“Kami juga akan melakukan pemeriksaan internal untuk menentukan tingkat kesalahan dan sanksi yang berlaku bagi semua yang terlibat dalam pembuatan undangan. Selama pemeriksaan, penyusun undangan akan dibebastugaskan,” jelasnya.

Sebelumnya, media sosial dibuat heboh oleh beredarnya foto undangan dari Pemprov DKI Jakarta, yang disebut mengundang ormas terlarang Muslimah HTI untuk menghadiri pertemuan.

Foto undangan berstempel Pemprov DKI Jakarta tersebut menjadi bahan perbincangan warganet.

Potret tersebut diunggah oleh akun Twitter @wprasetyo73. Dalam unggahannya, ia menyebar dua foto berkas berlogo Pemprov DKI Jakarta berisi daftar undangan.

Pada foto berikutnya, terlihat ada 20 instansi dan organisasi yang diundang untuk menghadiri rapat tersebut.

Sementara pada urutan nomor 16, tertulis Muslimah HTI ikut diundang untuk menghadiri acara rapat.

Baca Juga:  HUT Polwan dan Hari Kartini, Polwan Polres Bukittinggi Gelar Kegiatan Goes To School

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Berita Populer