Connect with us

Daerah

Tak Kenal Cut Tari dan Luna Maya, Ini Alasan LP3HI Gugat Praperadilan Kasus Porno Ariel

JARRAK.ID

Published

on

Luna Maya dan Cut Tari (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Skandal video porno Ariel yang melibatkan artis cantik Cut Tari dan Luna Maya rupanya belum juga final. Meski sudah delapan tahun disidik, sampai kini kasus tersebut belum juga dilimpahkan ke pengadilan.

Meski demikian, hal tersebut berbeda dengan Nazril Irham alias Ariel yang juga tersangkut kasus yang sama. Ariel sudah selesai menjalani hukuman 3,5 tahun penjara pasca divonis bersalah pada 31 Januari 2011 silam.

Atas hal tersebut, Lembaga Pengawasan dan Pengawalan Penegakan Hukum Indonesia (LP3HI) melayangkan gugatan praperadilan di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Gugatan tersebut teregister dengan nomor perkara 70/Pid.Prap/2018/PN.JKT.SEL.

Dalam gugatannya, LP3HI meminta hakim untuk memerintahkan Kapolri segera menerbitkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3) terhadap kasus yang telah disidik oleh Mabes Polri sejak 9 Juli 2010.

Termasuk, LP3HI meminta agar Kejaksaan Agung memberikan petunjuk secara tegas kepada penyidik bahwa kasus Luna Maya dan Cut Tari tidak cukup bukti sehingga sepatutnya dihentikan oleh Mabes Polri.

Menurut Wakil Ketua LP3HI, Kurniawan Adi Nugroho, gugatan tersebut sudah disidangkan dengan agenda pembuktian dan kesimpulan. “Hari ini agendanya kesimpulan,” ungkap Kurniawan, seperti dilansir INDOPOS, Kamis (2/8/2018).

Kurniawan yakin gugatan praperadilan yang diajukannya akan dikabulkan oleh pengadilan. Psalnya, kasus ini dinilai tidak mempunyai cukup bukti dan petunjuk Jaksa Penuntut Umum (JPU).

“Tidak cukup bukti dan kepolisian tidak mampu memenuhi petunjuk JPU sehingga kasusnya berlarut-larut yang mana sampai saat ini tidak disidangkan di Pengadilan Negeri,” terang dia.

Meski begitu, LP3HI mengaku tidak mengenal secara personal dengan Luna Maya dan Cut Tari. Demi kepastian hukum, LP3HI dengan sukarela mengajukan gugatan praperadilan ini demi penegakan hukum dan keadilan sesuai cita-cita dan Anggaran Dasar LP3HI.

Baca Juga:  Basarnas Catat Korban Gempa Lombok Sementara Berjumlah 52 Jiwa

“Namun tanpa bermaksud mempengaruhi hakim, kami jelas menginginkan gugatan ini dikabulkan dan hakim memerintahkan Kapolri segera menerbitkan SP3 demi kebaikan penegakakan hukum dan mencegah penyalahgunaan wewenang oleh oknum yang tidak bertanggungjawab,” ujar Kurniawan.

Dia menjelaskan, Luna Maya dan Cut Tari adalah publik figur yang semestinya diberi perlindungan hukum. “Jika Luna Maya dan Cut Tari saja tidak mendapat perlindungan hukum, apalagi rakyat biasa, dikhawatirkan akan menjadi korban ketidakpastian penegakan hukum,” pungkas dia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer