Connect with us

Daerah

Tak Ditahan, Dua Pemuda Penghina Jokowi Kafir Hanya Wajib Lakukan Ini

JARRAK.ID

Published

on

Seorang tersangka yang melakukan penghinaan kepada Presiden Joko Widodo (Doc. Net)

PANGKALPINANG – JARRAK.ID – Dua pelajar yang jadi tersangka penghina Presiden Joko Widodo kafir tidak ditahan oleh penyidik Reskrim Polres Bangka, Pulau Bangka. Sandi (20) dan FZ (16) pelajar di Kabupaten Bangka, hanya dikenakan wajib lapor.

Menurut Kabag Ops Polres Bangka, Kompol Sopian, meskipun keduanya tidak ditahan, proses hukum akan tetap berjalan sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Pelaku diancam hukuman 4 tahun penjara, di bawah 5 tahun. Dikenakan Pasal 27 ayat 3 UU RI No 11 Th 2008,” ungkap Sopian, Minggu (2/9/2018), dilansir detikcom.

Sandi dan FZ ditangkap di rumah seorang pengacara di kota Pangkalpinang, Bangka Belitung. Awalnya polisi mnggerebek kediaman saksi IK di Desa Balunijuk, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Namun penggrebekan itu tidak membuahkan hasil. Diduga kedua pelaku kabur hingga akhirnya ditangkap.

“Keduanya dikenai wajib lapor, dua kali seminggu mengingat hukumannya di bawah 5 tahun,” kata Sopian.

Sopian menjelaskan, kedua tersangka melakukan ujaran penghinaan setelah sering menonton berita di televisi bertajuk #2019GantiPresiden yang sedang ramai diperbincangkan.

“Alasan pelaku ya karena sering nonton televisi, 2019GantiPresiden yang sedang ramai, jadi muncul niat pembuatan video itu,” kata dia.

Diberitakan sebelumnya, gara-gara menghina Presiden Joko Widodo di media sosial, 2 orang pemuda di Kabupaten Bangka, Babel, diciduk polisi. Mereka menghina Jokowi dengan kata-kata kasar dan tak sopan hingga akhirnya menjadi viral.

Berdasarkan keterangan yang dihimpun, total ada 3 orang yang ditangkap. Namun, polisi baru menetapkan 2 dari tiga pemuda jadi tersangka.

Baca Juga:  Cuaca Buruk Halangi Pencarian Korban Tenggelamnya Kapal di Danau Toba

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer