Tahukah anda, Perbedaan Jalur Sepeda yang Masuk Pergub dan Tidak, inilah penjelasannya

2 min read

Jarrakposjakarta.com-Jakarta, — Kepala Suku Dinas Perhubungan (Kasudinhub) Jakarta Barat Erwansyah menjelaskan perbedaan antara jalur sepeda yang masuk dalam Pergub dan tidak, ada di garis saja, seperti contoh yang berada di wilayah Tomang Raya dengan wilayah sekitar Kembangan atau kantor Wali Kota Jakarta Barat.

Perlu diketahui, khusus jalur sepeda di wilayah Kembangan tidak masuk dalam Peraturan Gubernur (Pergub) Nomor 128 Tahun 2019 tentang Penyediaan Jalur Sepeda makanya garisnya putus-putus.

“Bedanya jalur sepeda yang sudah di-pergub-kan bahwa, pertama yang pergub garisnya solid (tidak putus), kedua kendaraan selain sepeda melintas dia sudah pelanggaran lalu lintas, polisi sudah bisa menilang, jadi benar-benar steril,” kata Erwan saat dihubungi, Senin (10/2/2020).

Sedangkan jalur sepeda yang di luar pergub, kata Erwan, garisnya putus-putus dan tidak solid.

“Dan bila dilintasi kendaraan tidak melanggaran lalu lintas, hanya diminta kesadaran masyarakat bermotor saja untuk mengutamakan pesepeda,” ucap Erwan.

Walau di wilayah Kembangan jalur sepeda tidak masuk dalam pergub, Erwan akan tetap menindak pengendara motor dan mobil yang parkir di bahu jalan artinya yang melintasi jalur sepeda.

“Tapi kalau kendaraan yang parkir di bahu jalan, tanpa ada jalur sepeda pun sudah merupakan pelanggaran lalu lintas. Kalau di Kembangan, bahwa kawasan tersebut memang merupakan kawasan yang selalu dalam pengawasan penindakan parkir,” kata Erwan.

Jalur sepeda di wilayah Kembangan, sepanjang jalur terdapat garis putus-putus dan tidak solid, akan tetapi pihak Dishub terus melakukan penindakan pada pengendara yang nekat memarkirkan kendaraan mereka di bahu jalan.

Salah satunya dengan melakukan penarikan atau derek secara paksa.(red)