Connect with us

Daerah

Sukses Tahan Idrus Marham, KPK Mulai Telusuri Aliran Dana Suap PLTU Riau ke Golkar

JARRAK.ID

Published

on

Gedung KPK (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mulai membidik dugaan aliran dana ke Partai Golkar hasil dugaan suap proyek pembangunan PLTU Riau-1, pasca menahan mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham.

Soal dugaan aliran dana suap ke Partai Golkar pertama kali disampaikan mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR, Eni Maulani Saragih.

Aliran dana proyek PLTU Riau-1 itu diduga digunakan untuk Musyawarah Nasional Luar Biasa Partai Golkar pada Desember 2017. Eni kala itu merupakan Bendahara Umum Munaslub Golkar.

“Yang bersangkutan sudah menyampaikan, salah satunya digunakan untuk munaslub,” kata Wakil Ketua KPK, Alexander Marwata, di Jakarta, Jumat, (31/08/2018).

Marwata menyebut Eni diduga mendapatkan uang suap untuk memuluskan kesepakatan kontrak kerja sama proyek pembangunan PLTU Riau-1. Eni mendapatkan uang dari tersangka lainnya yakni Johannes B Kotjo.

“Ya, semua orang boleh menyangkal, boleh membantah ya, tapi nanti kan akhirnya di pembuktian begitu kan,” ujar Marwata.

Idrus Marham ditahan untuk 20 hari ke depan di Rumah Tahanan Cabang KPK, Jakarta Timur untuk keperluan pemeriksaan.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer