Connect with us

Politik

Sudirman Said Sebut Jokowi Tunda Laporkan Penyimpangan Petral ke KPK Karena Takut Menteri

JARRAK.ID

Published

on

Direktur Debat Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi, Sudirman Said (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Mantan Menteri ESDM, Sudirman Said mengatakan bahwa dulu Presiden Joko Widodo pernah meminta dirinya untuk sementara menunda melaporkan dugaan penyimpangan PT Petral kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Awalnya Sudirman bercerita bahwa dirinya waktu itu memegang dua kasus besar. Pertama kasus ‘papa minta saham’ yang melibatkan Ketua DPR, Setya Novanto yang diduga minta jatah saham PT Freeport Indonesia dalam rencana perpanjangan kontrak, dan kedua, hasil audit terhadap PT Petral yang dianggap ada sejumlah keganjilan.

“Pada hari saya mau melaporkan Setya Novanto ke MKD (Mahkamah Kehormatan Dewan), saya pegang 2 kasus besar. Satu hasil audit Petral dan ‘papa minta saham’,” kata Sudirman di Media Center Prabowo – Sandi, Jakarta, Sabtu, (16/02/2019).

“Malam itu saya dapat pesan Presiden lewat seseorang, laporan Petral ke KPK ditunda dulu. Ditunda,” lanjutnya.

Sudirman mengatakan jika negara menghemat sampai Rp250 miliar per hari ketika PT Petral resmi dibubarkan Presiden Jokowi pada tahun 2015 silam.

Sudirman mengatakan bahwa hasil audit terhadap Petral sudah selesai. Kejanggalan-kejanggalan sudah terlihat. Namun, Sudirman mengatakan ketika itu tidak langsung ditindaklanjuti karena ditahan oleh Jokowi melalui perantara.

“Saya tidak tahu sampai di mana. Audit sudah selesai, sudah jelas hasilnya. Tinggal follow up, ketika mau melapor malam itu dihentikan untuk tidak diteruskan. Jadi kalau dikatakan menterinya takut, guyonan saya, engga kebalik, Bro?” ujar Sudirman.

Sudirman mengaku juga pernah melakukan rapat dengan Jokowi dan sejumlah menteri guna membahas masalah hasil audit terhadap Petral. Namun Sudirman tidak menjelaskan siapa saja menteri yang ikut rapat dalam kesempatan itu.

Saat rapat itu kata Sudirman, beberapa menteri mengingatkan Jokowi agar tidak terlalu keras dalam mengusut dan melaporkan dugaan keganjilan dalam Petral sebagaimana hasil audit. Padahal Sudirman pernah meminta Jokowi untuk menyelesaikan masalah itu melalui mekanisme hukum dengan melaporkannya kepada KPK.

“Beberapa menteri yang hadir memang cenderung memberi warning pada Pak Presiden. Jangan terlalu keras, nanti memukul balik dan mungkin presiden mendengarkan itu. Saya enggak tahu,”tutur Sudirman

“Jadi yang agak cemas atasan saya karena ditakut-takuti beberapa menteri,” lanjutnya.

Sudirman mengatakan, memang dalam hasil audit tidak dijumpai kerugian negara, namun beberapa keganjilan dapat dibuktikan. Sebagai misal, ada perusahaan yang beberapa kali menang tender dengan jumlah yang sangat besar.

“Nilainya saya lupa. Luar biasa fantastis lah,” imbuh Sudirman

Dia menilai perusahaan itu memiliki koneksi yang sangat baik dengan pihak – pihak tertentu. Menurutnya, Penyidik KPK tentu akan dengan mudah mengidentifikasi itu semua.

“Tetapi sayangnya itu tidak berlanjut,” kata Sudirman.

Siap Bongkar Kasus Petral

Sudirman mengaku, Prabowo-Sandi akan mengusut tuntas kasus mafia Petral jika menang Pilpres 2019. Pasalnya tegas dia, keganjilan itu sudah begitu lama dibiarkan dan tidak ditangani oleh pemerintahan sekarang.

“Kalau kami memerintah kami akan teruskan apa itu petral, supaya publik belajar dan pertamina belajar,” ujar Sudirman.

Sudirman menganggap sangat disayangkan apabila hasil audit yang dilakukan para auditor profesional dengan biaya yang sangat mahal itu apabila tidak dimanfaatkan. Terlebih hanya 3 sampai 4 perusahaan di dunia yang berhasil mengaudit Petral dengan sangat baik, dimana perusahaan itu mampu mendeteksi semua pihak yang terlibat dan punya jaringan dengan Petral.

“Saya kebetulan masih pegang kopinya kan, soft copy untuk dokumen pribadi saya, untuk jaga-jaga,” tandas Sudirman.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Advertisement

Populer