Connect with us

Bisnis

Sri Mulyani Sedang Tersandung Temuan BPK

JARRAK.ID

Published

on

Menteri Keuangan, Sri Mulyani (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Menteri Keuangan, Sri Mulyani ikut angkat bicara temuan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) soal penambahan pagu anggaran subsidi listrik 2017 yang mencapai Rp 5, 22 triliun.

Ditemui di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Kamis, (31/05/2018), Sri Mulyani menjelaskan bahwa penetapan oleh Pemerintah tersebut dilakukan setelah BPK mengeluarkan hasil audit Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2017.

“Dalam mekanisme, kalau BPK melihat bahwa realisasi subsidi atau yang kemudian ditanggung oleh badan usaha lebih besar atau berbeda dengan yang ada di Undang-Undang APBN yang kami bayarkan, mekanisme akan dilakukan audit,” kata Menkeu.

“Dalam penetapan berarti termasuk apakah itu akan dibayarkan atau ditanggung oleh badan usaha tersebut. Itu mekanisme yang akan kami lakukan sesudah hasil audit ini disampaikan BPK,” kata Sri Mulyani.

Sebelumnya, Ketua BPK Moermahadi Soerja Djanegara menyampaikan adanya temuan-temuan pemeriksaan atas sistem pengendalian intern dan kepatuhan dalam pemeriksaan LKPP 2017.

Salah satu temuannya adalah adanya penambahan pagu anggaran subsidi listrik 2017 sebesar Rp5,22 triliun yang tidak sesuai dengan UU APBN-P dan tidak berdasarkan pertimbangan yang memadai.

“Ini anggarannya tidak ada. Di APBN tidak ada, tetapi ada pengeluaran sebesar Rp5,22 triliun,” ucap Soerja.

Baca Juga:  Ini Alasan BBM Jenis Pertamax Naik

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer