Connect with us

Daerah

Sosialisasi Pilar Kebangsaan, Ahmad Nawardi: Manfaatkan Akses Digital, Tapi Tetap Pancasilais

JARRAK.ID

Published

on

Anggota DPD/MPR RI, Ahmad Nawardi (tengah), saat acara Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di SMP 2 Sumenep, Jawa Timur, 2 Juni 2018 (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Anggota DPR/MPR RI, Ahmad Nawardi, S. Ag, kembali selenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan di Sekolah Menengah Pertama (SMP) 2 Sumenep, Jawa Timur, pada Sabtu, (2/6/2018).

Pada kegiatan tersebut, Nawardi yang diapit dua pembicara lain mengungkapkan pentingnya menjaga, merawat, serta mengamalkan nilai sosial Empat Pilar, yakni Pancasila, UU 1945, Kebhinnekaan, serta NKRI. Nawardi berharap, kegiatan ini bisa menjadi stimulasi peserta didik untuk memahai makna kebangsaan secara utuh.

Pasalnya, pesatnya arus informasi dan tekhnologi juga berimbas pada minimnya penutur santun dan tatakrama peserta didik. Karenanya, perkembangan tersebut harus dibarengi dengan pengamalan prinsip kebangsaan.

“Perkembangan kebaruan zaman memang menjadi keniscayaan. Setiap kita tidak bisa menolak itu. Tetapi jangan lupa, peserta didik memiliki keharusan yang sama untuk tetap melestarikan kultur santun dan adab sopan sebagaimana terkandung dalam prinsip Empat Pilar itu,” jelas Nawardi.

“Empat Pilar memiliki posisi yang tegas dalam kehidupan berbangsa kita. Pancasila adalah ideologi negara kita, UUD 1945 adalah dasar negara kita, Kebhinnekaan adalah semboyan negara kita, dan NKRI adalah bentuk negara yang mensyaratkan keberagaman dalam bingkai toleransi,” imbuh mantan anggota DPRD Jawa Timur itu.

Selain itu, Nawardi menampik bahwa kecanggihan tekhnologi hanya memiliki efek buruk terhadap peserta didik. Menurutnya, dunia digital akan terus merambah setiap sendi kehidupan sosial budaya masyarakat.

Manfaatkan Akses Digital

Karena itu, peserta didik mesti memanfaatkan peluang tesebut. Nilai-nilai Pancasila, UUD 19945, dan Kebhinnekaan, lanjut Nawardi, harus menjadi dasar acuan yang menggerakkan aktifitas virtual mereka.

“Akses literatur pendidikan hari ini banyak tersebar melalui dokumen-dokumen daring. Jika kita buta tekhnologi, kita akan digulung sejarah. Tetapi, cakap digital tetapi dengan moral rendah, juga berbahaya,” ungkap Ketua HKTI Jawa Timur itu.

Baca Juga:  Sosialisasi Empat Pilar, Nawardi: Forum Dialog Bisa Minimalisir Konflik Sosial

Peserta didik, kata Nawardi, mempu mengamalkan bacaan keilmuan tidak hanya melalui sekolah formal di dalam kelas. Literatur keilmuan yang disediakan dalam jaringan bahkan bisa meningkatkan kapasitas kecerdasan. Tentu, hal tersebut sekali lagi mesti dibarengi dengan kecanggihan sosial-spiritual.

“Jika dulu baca buku harus ke perpustakaan yang kadang tidak menyediakan informasi bacaan yang lengkap, hari ini bisa langsung mengakses di laman-laman internet yang bahkan lebih aksesebel dan lengkap,” kata Nawardi.

“Tetapi harus diingat, prinsip berbangsa yang termaktub ke dala Empat Pilar itu mesti menjadi pedoman awal untuk melakukan aktifitas di dalam maupun di luar jaringan. Karena, siswa cerdas akan memantapkan prinsip itu dalam jiwa dan raga mereka,” pungkas Nawardi.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer