Connect with us

Daerah

Sosialisasi Empat Pilar, Nawardi: Forum Dialog Bisa Minimalisir Konflik Sosial

JARRAK.ID

Published

on

Anggota DPD/MPR RI, Ahmad Nawardi (depan berdiri) saat menyampaikan sambutan sekaligus keynote speaker di sebuah acara diskusi di Surabaya (Doc. JARRAK)

SURABAYA – JARRAK.ID – Anggota DPD/MPR RI, Ahmad Nawardi, kembali selenggarakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar Kebangsaan bersama sejumlah tokoh masyarakat di Auditorium UIN Sunan Ampel, Jalan Ahmad Yani, Wonocolo, Surabaya, Minggu (19/8/2018) kemarin.

Kegiatan yang digelar bersama Relawan Santri Muda Bisa ini banyak membahas soal pengenalan nilai-nilai kebangsaan melalui empat spektrum utama, yakni Pancasila, UUD 1945, Kebhinnekaan, dan NKRI. Harapannya, masyarakat akan terus mengingat dan menjaga marwah bangsa melalui penguatan empat pilar tersebut.

Penguatan empat pilar kebangsaan dihadirkan melalui workshop dan focus grup discussion (FGD). Setiap peserta yang notabene merupakah tokoh masyarakat dan santri diberikan ruang untuk mendiskusikan isu-isu lokal. Bagiamanapun, konflik lokal di sejumlah daerah menjadi penanda lahirnya keretakan keakraban masyarakat.

Karena itu, Nawardi menjelaskan, pemaparan potensi konflik daerah akan dipetakan ke dalam skema penyelesaian yang konprehensif. Setiap tokoh publik, lanjut dia, memiliki kontribusi utama untuk menyiarkan nilai luhur kebangsaan yang berasaskan empat pilar itu.

“Setiap orang memiliki porsi yang sama untuk mengkampanyekan nilai luhur kebangsaan. Kuncinya, kerjasama semua pihak, baik pemerintah, swasta, tokoh masyarakat, dan kalangan muda akan menjadi kekuatan tersendiri dalam mewujudkan kehidupan yang harmonis, rukun, dan sejahtera,” terang Nawardi di hadapan ratusan peserta.

Nawardi menjelaskan, interaksi sosial masyarakat harus mampu menunjukkan sikap egaliter dan bermoral. Hal tersebut bsia dibuktikan dengan perilaku etik dalam budaya, berkesatuan dalam sosial, berkeutuhan dalam politik, dan bermartabat dalam ekonomi.

“Konflik pertama-tama lahir karena komunikasi verbatim yang keliru. Seandainya nilai Pancasila, Kebhinnekaan, UUD 194, dan NKRI digunakan dalam setiap gerak nafas masyarakat, maka kehidupan yang tentram, saling menghargai perbedaan, guyub-rukun, adalah sebuah keniscayaan,” ujar mantan Anggota DPRD Jawa Timur itu.

Baca Juga:  GAWAT! Polisi Temukan Video Porno di Ponsel Mucikari

Hidupkan Musyawarah

Menurut Nawardi, dialog atau musyawarah menjadi cara terbaik untuk menyelesaikan konflik daerah. Setiap kelompok masyarakat mesti menyampaikan persoalan secara bijak dan santun melalui forum dialog.

“Konflik muncul karena minus dialog. Nah, di masyarakat, musyawarah menjadi sarana paling mujarab utuk merekatkan pergaulan, mencari solusi, dan menambah soliditas perkawanan,” ungkap Nawardi.

“Bahkan, dalam diskursus yang lebih besar, rekonsiliasi dari sebuah konflik biasanya dilakukan melalui forus dialog. Makanya, musyawarah yang memang sejak awal dikenal sebagain modal interaksi sosial desa, jangan sampai hilang,” imbuh dia.

Nawardi lalu berkisah soal penyelesaian beda pendapat para pendiri bangsa yang kemudian selesai di forum musyawarah. Bagi Nawardi, musyawarah menjadi khazanah yang diajarkan oleh pendiri bangsa dan harus dilestarikan terus-menerus.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer