Sopir Grab Aniaya Pengendara Motor Hanya Karena Disalip

2 min read

JAKARTA – JARRAK.ID – Insiden pemukulan driver ojek online diduga Grab kepada pengendara motor berinisial SS (25) terjadi pada Rabu (11/07/2018) sekitar pukul 19.30 WIB. Aksi kekerasan tersebut terjadi di Jl. Manunggal XVII Depan Perumanahan Tamini Residence, Cipayung, Jakarta Timur.

Sopir yang mengenakan atribut lengkap dengan jaket berwarna hijau-hitam dan helm bertuliskan Grab itu memukuli korban tanpa alasan yang jelas. Kejadian pemukulan sopir Grab tersebut diduga hanya karena tidak terima disalip.

“Di depan Asrama Haji Jaktim saya salip pelaku karena posisi saya sedang terburu-buru. Di pertigaan dekat Tamani Residence, pelau menabrak saya 2 kali. Saya tidak terima, akhirnya saya berenti dan turun dari motor dalam posisi tanpa helm,” ungkap korban saat dikonfirmasi oleh jarrak.id, Jumat (13/07)

“Pelaku menghampiri saya, mendorong kepala saya dan langsung memukuli wajah saya bagian hidung hingga berdarah banyak sekali, dia kemudian memukul ke arah wajah saya di bagian pipi kiri,” imbuh dia.

Aksi barbar yang diduga dilakukan pengemudi Grab tersebut sempat dilerai oleh masyarakat di aera kejadian. Lepas dari tahanan warga, pengemudi itu kemudian memukul korban di kepala bagian belakang.

Korban pemukulan yang diketahui pegawai swasta itu mengalami luka memar di hidung, wajah sebelah kiri, dan kepala belakang sebelah kanan. Hingga kini, belum diketahu secara pasti motif pelaku penganiayaan tersebut.

Korban sempat mengamankan diri sebelum kemudian melaporkan kejadian tersebut sebagai Tindak Pidana Penganiayaan dengan jerat Pasal 351 KUHP ke Polsek Cipayung dengan laporan bernomor 356/K/VII/2018/SekCpy. Korban datang ke Polsek Cipayung bersama seorang saksi, yakni Satpam Perumahan Tamani Residence.

“Saya sempat minta visum ke RS Haji. Saya dimintai keterangan oleh Polsek Cipayung sampai pukul 23.30, setelah itu saya diperbolehkan pulang,” kata korban.

Pelaku mengaku juga telah menghubungi pihak Grab untuk mengetahui identitas tersangka. Namun, nomor polisi kendaraan pelaku yang sempat difoto disebut tidak terdaftar di akun Grab. Meski demikian, Sofyan mengaku pelaku beratribut lengkap dengan jaket dan helm Grab.

“Kalau dicek di pajak kendaraan bemotor, nopol tersebut progresif kedua, artinya pelaku punya motor lain. Bisa jadi yang didaftarkan motor pertama,” pungkas korban.