Connect with us

Politik

Soal Tuduhan Pencucian Uang, Asia Sentinel Mohon Maaf Kepada SBY dan Demokrat

JARRAK.ID

Published

on

Ketua Umum Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wasekjen Partai Demokrat, Andi Arief menegaskan bahwa Asia Sentinel resmi meminta maaf soal tudingan pencucian uang sebesar Rp177 triliun yang dituduhkan kepada Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Permintaan maaf ditujukan kepada Partai Demokrat dan SBY.

“Akhirnya John Berthelsen (editor Asia Sentinel-red) dan Asia Sentinel meminta maaf pada SBY dan Partai Demokrat,” kata Andi Arief, Kamis, (20/09/2018) dilansir detik.com.

Kendati demikian, Andi mengatakan masalah dengan Asia Semtinel belum berarti selesai. Andi menegaskan pihaknya akan menelusuri pihak yang memberikan informasi sial Bank Century kepada Asia Sentinel.

Demokrat kata Andi akan tetap mengejar pihak di dalam negeri yang ikut menyebarkan berita fitnah tersebut.

“Ini belum selesai, pihak dalam negeri yang menyebarkan info fitnah akan kami kejar,” tegas Andi.

Andi Arief mengapresiasi permohonan maaf Asia Sentinel. Kendati begitu, dia mengatakan pihaknya saat ini mendatangi Hongkong, Mauritius dan Amerika Serikat untuk ‘mengejar’ pihak Asia Sentinel.

“Kita menghargai permohonan maaf ini. Namun tiga tim yang berangkat ke Hongkong, Mauritius dan Amerika tetap jalan,” katanya.

Sementara itu, di satu sisi pihaknya tetap berharap Dewan Pers bisa mengimbau media di Indonesia yang mengutip berita Asia Sentinel untuk meminta maaf.

“Sementata kita tetap berharap Dewan Pers membantu agar mengimbau media-media yang telah mengutip berita fitnah itu ikut memohon maaf dengan memuat pernyataan maaf dari Asia Sentinel itu,” katanya.

Andi juga menambahkan, Sekjen PD Hinca Panjaitan juga tengah berada di Hongkong untuk mendapatkan informasi kebenaran artikel yang dimuat Asia Sentinel. Bahkan, pihak PD juga akan meminta bantuan Dubes RI di Amerika Serikat untuk menuntaskan persoalan itu. ”

Baca Juga:  Cerita Mengharukan Artidjo Alkostar Naik Bajaj dan Tinggal di Belakang Bengkel Las

“Hinca sekjen sudah berada di Hongkong, besok akan konferensi pers. Ke Mauritius untuk mendapatkan informasi apakah benar berita bahwa sudah ada gugatan atau belum. Sementara ke Amerika ingin meminta bantuan dubes Indonssia untuk memediasi dengan John Berthelsen yang warga negara Amerika,” jelasnya.

Sementara itu, Asia Sentinel sendiri telah memuat permohonan maaf itu di websitenya www.asiasentinel.com. Dalam keterangannya, Asia Sentinel mengakui telah membuat tuduhan yang tidak adil terkait dengan kasus Bank Century.

Berikut permintaan maaf Asia Sentinel:

Asia Sentinel ingin menarik kembali sebuah cerita yang terbit pada 10 September 2018 di situs web tentang mantan pemerintah Yudhoyono dan kasus Bank Century di Indonesia. Dalam artikel yang ditulis sendiri oleh pemimpin redaksi Asia Sentinel, John Berthelsen, kami secara tidak adil melakukan banyak tuduhan terkait dengan gugatan yang sedang berlangsung mengenai dampak dari Bank Century.

Kami mengakui bahwa kami tidak mencari pendapat yang adil dari orang-orang yang disebutkan dalam artikel itu. Artikel itu juga hanya satu sisi dan melanggar praktik jurnalistik yang adil. Ini juga menjadi berita utama yang memanas dan tidak adil bagi mantan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono.

Kami telah menarik berita dari situs web Asia Sentinel, tetapi kami lebih lanjut ingin meminta maaf sepenuhnya dan tegas kepada mantan Presiden Yudhoyono, Partai Demokrat, dan siapa saja yang dihina oleh artikel tersebut. Dan lebih dari itu kepada rakyat Indonesia untuk penghinaan yang mungkin kami timbulkan dengan cerita itu.

Kami sangat menyesalkan rasa sakit yang telah diakibatkan oleh penghakiman keadilan ini.

Akhirnya Asia Sentinel ingin menyatakan rasa hormatnya yang tinggi kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, yang telah melayani negaranya dengan perbedaan dan secara luas dihormati sebagai negarawan Asia.

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer