Connect with us

Daerah

Soal Rumah Subsidi Asal Jadi, Pegawai Sebut Pemberitaan Jarrak.id Serang PD Sumekar

HOLIDI

Published

on

Kasubbag Administrasi dan Keuangan PD Sumekar, Junaidi (kiri) saat menerima kedatangan awak media untuk meminta penjelasan tentang keluhan konsumen soal kualitas bangunan Perum Randu Permai II di Desa Babbalan, Batuan, Sumenep (Doc. JARRAK)

SUMENEP – JARRAK.ID – Kasubbag Administrasi dan Keuangan Perusahaan Daerah (PD) Sumekar, Sumenep, Madura, Jawa Timur, Junaidi merespon pemberitaan di laman Jarrak.id yang dipublikasikan pada Sabtu, (25/08/2018).

Dalam berita berjudul, ‘PT Randu dan PD Sumekar Dituding Bangun Rumah Bersubsidi Asal-Asalan, Konsumen Murka‘, Junaidi menyampaikan tiga catatan.

Salah satunya Junaidi menyebut, pemberitaan cenderung menyerang salah satu pihak, yaitu PD Sumekar.

Junaidi juga menyebut, ada beberapa komentar pihak PD Sumekar yang terpotong sehingga tidak menyentuk substansi pernyataan.

Sebelumnya, tim Jarrak.id memantau hasil pengerjaan proyek Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Bersubsidi di Perum Randu Permai II, Desa Babbalan, Batuan, Sumenep pada Kamis, (23/08/2018).

Berdasarkan penelusuran di lapangan, diketahui semua bangunan yang dilaksanakan PD Sumekar dan PT Randu Putra Perkasa Nusantara tidak simetris. Pasalnya terdapat beberapa kejanggalan seperti pasangan keramik, pemasangan pintu dan jendela yang diduga asal jadi serta beberapa kelengkapan lainnya seperti kabel listrik, ketersediaan air dan saluran air yang sampai berita ini ditulis belum diselesaikan pemborong.

Bahkan salah satu konsumen berinisial R mengaku sangat dirugikan pihak pengembang dengan hasil rumah yang menurutnya belum layak huni.

“Jujur, kami sangat kecewa dengan hasil bangunan rumah ini karena kegiatan pengerjaannya asal-asalan. Pokoknya banyak masalah yang kami keluhkan terkait dengan rumah yang sudah kami tempati,” kata dia kepada Jarrak.id saat ditemui di Perum Randu Permai II, Kamis siang, (23/08/2018).

Ia mengaku akhirnya membawa sendiri kusen dan kemarik yang dibeli dengan menggunakan uang pribadi. Bahkan ia sudah mengadukan beberapa barang yang dibawanya kepada pengembang, dan pengembang berjanji akan mengganti uang yang dikeluarkan untuk pembelian barang tersebut.

“Tapi sampai sekarang uang ganti yang dijanjikan perusahaan belum juga dibayarkan,” kata dia.

Baca Juga:  MUI Tegaskan Bendera Tauhid yang Dibakar Banser Bukan Milik HTI

Berita Populer