Connect with us

Politik

Soal Polemik Asia Sentinel, Fahri Hamzah: Ini Gara-gara KPK!

JARRAK.ID

Published

on

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah (Doc. Net)

JAKARTA – JARRAK.ID – Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah menuding ada permainan KPK dalam polemik pemberitaan Asia Sentinel, yang menyebut Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) terlibat dalam aksi pencucian uang sebesar Rp177 triliun.

Menurut Fahri, ini terjadi karena KPK dengan sengaja melindungi kelompok-kelompok yang bermain dalam kasus Bank Century.

“Kalau saya sih mempersoalkan kepastian hukum saja. Ini kan gara-gara KPK seneng bermain politik kan, melayani kelompok-kelompok pelindung skandal Bank Century di dalam KPK sendiri,” ujar Fahri di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa, (18/09/2018).

Fahri menuding banyak orang di internal KPK yang melindungi pihak berkepentingan di perkara Bank Century. Fahri menyeret KPK soal polemik pemberitaan Asia Sentinel yang diduga Partai Demokrat melibatkan Istana.

“Ya pokoknya itu otaknya, kalau tangan pun itu tangan dari KPK karena KPK yang meng-hold kasus itu,” ucap Fahri.

Fahri menegaskan dirinya tak asal mgomong. Fahri mengaku mengetahui semua permainan dan cerita KPK di balik skandal Bank Century.

“Saya tahu ini semua cerita. KPK itu partai politik sekarang,” klaim Fahri.

Setelah memajang foto Kepala Staf Presiden Moeldoko bareng Co-Founder Asia Sentinel Lin Neumann, Wasekjen Partai Demokrat Rachland Nashidik kini memajang foto Presiden Joko Widodo bareng Neumann.

Rachland lalu bicara latar Neumann sebagai Co-Founder Asia Sentinel, media yang menyudutkan presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) lewat berita tentang skandal Bank Century.

“Pertanyaan kita: Apa kepentingan tersembunyi organisasi dagang AS itu bila dikaitkan dengan Tuan Neumann yang medianya aktif memfitnah kubu rival Pak @jokowi jelang Pilpres?” kata Rachland sambil mencolek akun Twitter Jokowi.

Baca Juga:  Soal 'Tampang Boyolali', Prabowo: Saya Bercanda Kok Dipersoalkan

JARRAK.ID adalah portal berita daring yang konsisten dan terukur menyuguhkan informasi akurat. Mengabarkan fakta dengan berimbang tanpa menihilkan gagasan orisinil dan kritis. Setia menjadi platform bacaan publik.

Berita Populer